Akseleran Raih 200 Ribu Pengguna Aplikasi Mobile

Tim Akseleran, yang kini berjumlah 74 orang

Kurang dari enam bulan sejak diluncurkan,  pada Oktober 2018, Akseleran  berhasil meraih 200 ribu pengguna dari aplikasi mobile di seluruh Indonesia. Pencapaian ini turut mendorong realisasi penyaluran pinjaman Akseleran yang terus meningkat hingga mencapai Rp350 miliar di pertengahan Maret 2019.

Di penghujung tahun 2018, Akseleran mencatat penyaluran pinjaman Rp 210 miliar kepada 450 pinjaman dari berbagai latar belakang, atau 105% dari yang ditargetkan. Keberhasilan tersebut membuat Akseleran menargetkan kenaikan penyaluran pinjaman enam kali lipat, atau sebesar Rp 1,4 triliun secara kumulatif di akhir tahun 2019 ini.

“Pertumbuhan pengguna Akseleran dari aplikasi mobile memang sangat cepat.  Hal ini seiring dengan layanan UI/UX yang kami berikan di  aplikasi Akseleran berhasil membuat pengguna kami sangat dimudahkan dan nyaman. Sekarang penetrasi penggunaannya dengan aplikasi sudah mencapai 80%, sedangkan sisanya dari website Akseleran,” ujar Rassel Pratomo, Chief Technology Officer & Co-Founder Akseleran.­

Setidaknya, kata Rassel, jumlah pengguna
Akseleran dari aplikasi mobile baik melalui Play Store maupun App Store masih
dapat terus bertambah sebanyak 27 ribu di tahun ini. Target tersebut optimistis
dapat tercapai sejalan dengan animo masyarakat di seluruh Indonesia yang
semakin bertambah berkat kemudahan bertransaksi menggunakan Akseleran baik
sebagai pemberi dana (lender) dan peminjam (borrower). 

“Di pertengahan bulan ini kami
memperoleh Sertifikat ISO/IEC 27001:2013 full scope yang menjaga sistem data
keamanan informasi tidak hanya untuk divisi IT, melainkan juga untuk seluruh
divisi yang berada di Akseleran. Tentu, dengan adanya sertifikat ini semakin
membuktikan bahwa setiap yang menggunakan aplikasi dan website Akseleran untuk
bertransaksi sudah dijamin data keamananan informasinya,” tambah Rassel.

Menurut Andri Madian, Chief Marketing Officer Akseleran,  200 ribu pengguna Akseleran dari aplikasi mobile sebagian besar berstatus sebagai lender. Komposisinya, 70%-80% adalah lender dan selebihnya borrower yang merupakan para pelaku usaha dan membutuhkan tambahan modal.

Akseleran juga telah meluncurkan fitur baru yang membuat para lender semakin dimudahkan, yakni fitur Kalkulator Finansial dan Auto Lending. Khusus Auto Lending, Andri menerangkan, setiap lender akan diuntungkan karena dapat melakukan pendanaan tanpa harus menghabiskan waktu mencari pendanaan yang sesuai dan tidak mengganggu aktivitas yang ada.

“Fitur ini ternyata cukup diminati oleh para lender karena mampu mengurangi lost opportunity. Apalagi cara menggunakan fiturnya juga sangat mudah, hanya mengatur beberapa langkah saja pada Auto Lending di aplikasi dan website Akseleran maka bisa untuk mendapatkan pendanaan yang sesuai dengan preferensi lender secara otomatis. Di fitur ini, lender bisa set limit jumlah, rating pinjaman atau bunga efektif, bid per pinjaman, lama pinjaman, dan menggunakan agunan atau tanpa agunan,” tutur Andri.

Akseleran, menurut Andri, adalah fintech peer-to-peer lending yang menyalurkan pinjaman untuk usaha-usaha produktif dengan minimal sebesar Rp75 juta dan maksimal Rp 2 miliar sehingga berbeda dengan aplikasi pinjaman online pada umumnya yang bertujuan untuk pinjaman konsumtif sehingga pencapaian 200 ribu pengguna dari aplikasi mobile sudah baik. “Kami harapkan, dengan semakin mudahnya masyarakat dan para pelaku usaha menggunakan Akseleran akan dapat menambah jumlah lender hingga sebanyak 120 ribu dan lebih dari 2 ribu pinjaman di akhir 2019,” kata Andri.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)