Akseleran Tumbuh 154% di Kuartal Kedua 2021

“Kami akan terus menjaga tren pertumbuhan ini untuk dapat memfasilitasi kebutuhan modal kerja kepada sebanyak-banyaknya para pelaku UMKM khususnya di tengah kondisi pandemi covid-19. Momentum pertumbuhan ini juga kami jaga dari sisi kualitas pinjaman agar rasio kredit macet (non performing loan/NPL) tetap rendah dengan memfokuskan kepada setiap bisnis usaha yang cashflow-nya baik dan pembayaran pinjamannya dari invoice financing yang masih mendominasi di Akseleran sebesar 70% dari total penyaluran pinjaman usaha secara kumulatif,” kata Ivan di Jakarta, Senin (19/7).
Momentum pertumbuhan Akseleran di sepanjang kuartal kedua tahun ini menurut Ivan turut menopang tumbuhnya total penyaluran pinjaman usaha selama semester pertama hingga 106% dibandingkan periode semester pertama tahun 2020. Akseleran juga berhasil menekan rasio NPL di akhir semester pertama 2021 di angka 0,09% atau membaik dari bulan sebelumnya yang berada di 0,12%. “Saat ini lima sektor bisnis usaha yang kami fasilitasi berasal dari UMKM di sektor engineering atau konstruksi, business & consumer services, coal & related energy, retail (online merchant), dan oil & gas,” ujar Ivan lagi. Secara kumulatif Akseleran telah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp 2,68 triliun kepada 2.500 lebih peminjam.
Khusus penyaluran pinjaman di luar Pulau Jawa pada semester pertama tahun ini berhasil menembus angka Rp 100 miliar lebih atau tumbuh hingga 2,86 kali atau 186% dibandingkan pencapaian di periode yang sama tahun 2020. “Kami terus didukung oleh lebih dari 17 institutional lender dan 150 ribu lebih retail (perorangan) lender yang tersebar merata dari Aceh hingga Papua. Ke depan, kami menargetkan untuk memperluas penyaluran pinjaman di luar Pulau Jawa, antara lain di Kalimantan, Sumatra Utara, dan Nusa Tenggara karena daerah-daerah tersebut memiliki banyak proyek di sektor usaha yang menjadi fokus Akseleran,” tambah Ivan mengakhiri.