Akurat Satu Kembangkan Teknologi Biometrik, Perkuat Keamanan Digital

Foto : ILustrasi (Ist).

Setelah mendapat sertifikasi Internasional PT Akurat Satu Indonesia (Akurat Satu) optimis dapat mendukung Indonesia dalam menyongsong industri 5.0 yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat dunia dari segi keamanan.

September lalu berdasarkan publikasi yang dikeluarkan The National Institute of Standards and Technology(NIST), Akurat Satu baru saja lulus sertifikasi kategori FRVT 1:N (one-to-many) Identification dan FRVT 1:N Investigation dengan peringkat 20 besar di dunia. 

Peringkat tersebut lebih tinggi dari beberapa perusahaan existing biometrik asing seperti Idemia, Cogent, Cognitech, HIK Vision dan Toshiba yang memiliki valuasi perusahaan hingga miliaran dolar, bahkan teknologi biometrik Akurat Satu hanya terpaut tipis dari segi peringkat dengan teknologi biometrik yang dimiliki Microsoft dari segi kecepatan, keakuratan, juga skalabilitas terhadap populasi besar.

NIST adalah lembaga standarisasi yang juga merupakan laboratorium ilmu sains tertua bergengsi yang bermarkas di Amerika Serikat yang memiliki misi untuk mendukung kreasi inovasi dan persaingan industri secara global.

1:N atau one to many adalah tes biometrik yang jauh lebih rumit, kalau pada 1:1 sebuah foto dicocokkan hanya dengan satu foto yang berbeda, nah pada one to many (1:N) itu foto dicocokkan atau ditembakkan pada ratusan juta bahkan miliaran foto sekaligus, untuk menemukan matching-nya dalam hitungan detik. 

Jadi kecepatan, keakuratan, dan skalabilitas terhadap jumlah foto yang banyak sangat diperlukan untuk bisa memenuhi kebutuhan yang ada di lintas industri” kata Rionald A. Soerjanto, Direktur Pengembangan Bisnis Akurat Satu.

Diakuinya Rionald, penggunaan sistem biometrik di Indonesia sendiri sudah semakin luas seiring perkembangan teknologi, seperti untuk mendeteksi adanya duplikat pada basis data biometrik atau foto wajah, mendeteksi kecurangan informasi yang diberikan berupa kredensial penting seperti untuk kartu identitas, investigasi kriminal, pengelompokan forensik, dan masih banyak lagi.

Dengan tersertifikatnya teknologi biometrik ini pada NIST membuat ASLI RI dan VeriJelas, afiliasi dan pengguna terbesar teknologi biometrik perusahaan menjadi semakin mantap dalam membantu perusahaan penyedia layanan jasa keuangan dan perusahaan berbasis teknologi dari dalam negeri dan juga secara global untuk mencegah tindak kejahatan di dunia digital yang kini marak terjadi.

Christian Kurniawan, Direktur Akurat Satu menambahkan, verifikasi dan identifikasi data biometrik seperti wajah manusia merupakan hal yang sangat krusial dalam dunia identifikasi dan investigasi karena menyangkut keamanan semua pihak di era digital ini. 

Oleh karena itu sistem yang ada harus mampu untuk melakukan verifikasi, identifikasi dan deteksi dengan akurat dan cepat meskipun pada jutaan data yang ada. Selain itu juga harus mampu mendeteksi hasil foto kooperatif atau non-kooperatif serta foto orang kembar sekalipun. “Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan teknologi yang akan berguna dan bermanfaat bagi industri dan masyarakat secara luas dari segi keamanan digital,” kata Christian.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)