Alasan Hari Pers Nasional Digelar di Maluku

img_20160923_171149

Wilayah Sumatera Maluku dan Papua memiliki segudang potensi sumber daya alam yang melimpah. Namun, potensi tersebut masih belum dikembangkan dengan maksimal, terutama untuk di wilayah Maluku dan Papua. Alhasil, kontribusi Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional masih didominasi di Pulau Jawa sebesar 57,8%.

Sebaliknya, kontribusi Maluku dan Papua masih jauh tertinggal dibanding dengan wilayah lain di Indonesia. Data dari BPS menunjukkan  tahun 2012, kontribusi PDB nasional dari Maluku dan Papua baru menyerap sebanyak 2,1% dari total PDB nasional sebesar US$ 910 miliar.

“Oleh karena itu, perlu ada inovasi dan transformasi supaya wilayah Maluku bisa menjadi lokasi yang menarik dan menjadi magnet ekonomi di Indonesia,” jelas Hary Margono, akademisi dari Universitas Indonesia yang menjadi pembicara di acara seminar road to Hari Pers Nasional (HPN) Maluku 2017 di Jakarta (22/9/2016). Biasanya yang suka membuat inovasi dan transformasi adalah pengusaha. Untuk itulah, momen Hari Pers Nasional di Maluku 2017 nanti. Menjadi momen istimewa untuk menunjukan keunggulan sumber daya alam Maluku.

Dengan hadirnya pengusaha di Maluku, secara otomatis akan dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Maluku. Karena, menurut Hery sebuah negara akan bisa makmur apabila jumlah pengusaha di negara tersebut berjumlah minimal 2% dari populasi yang ada.

Lalu, Hary membandingkan peningkatan jumlah pengusaha di Indonesia. Di tahun 2010 jumlah pengusaha di Indonesia baru mencapai 0.24% meningkat pada tahun 2013 menjadi 1,56-1,8%. Peningkatan tersebut, dibanding dengan negara lain masih jauh tertinggal. Di Singapura jumlah pengusahanya pada tahun 2013 sudah mencapai 7%, di Malaysia 5%, di Thailand 4,1%, di Korea Selatan mencapai 4%, Amerika Serikat mencapai 12%, China 12% dan Jepang 10%.

“Perubahan mind set dari pekerja menjadi pengusaha sangat dibutuhkan. Supaya makin banyak pelaku usaha di Indonesia. Kalau pun menjadi self employee, jadilah self employee yang memiliki bisnis di bidang yang ditekuni. Kreatif adalah kuncinya. Jadi minimal menjadi seorang createpreneur,” jelas Hary. Tidak hanya pengusaha, melainkan dari berbagai pihak termasuk Pemerintah juga turut andil dalam memeratakan ekonomi di Indonesia.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)