Amar Bank Bicarakan Digital Ekonomi Indonesia di IM-WB Annual Meetings 2018

World Bank mencatat, pada tahun 2016 lalu ekonomi digital dunia mencapai US$ 11,5 triliun atau setara dengan 15,5% dari total PDB dunia. Angka ini diramalkan tumbuh hingga 25% dalam kurun waktu kurang dari 1 dekade ke depan. Melihat potensi ini, IMF dan World bank juga ikut fokus dalam mendukung kemajuan ekonomi digital dengan mengadakan sejumlah forum diskusi pada perhelatan IMF-WB Annual Meetings 2018 di Bali. Forum diskusi yang disebut di awal meliputi “Disruptive Technology and Inclusive Development - What Works?”, “Harnessing Technology for Inclusive Growth”, “The Bali Fintech Agenda” dan “Digital Economy for All”.

Managing Director Amar Bank Indonesia Vishal Tulsian mengatakan, forum diskusi ini merupakan tonggak penting untuk membawa pemerintah, lembaga internasional, pemimpin sektor swasta, mitra strategis dan pemangku kepentingan untuk membahas tentang digital ekonomi yang hari ini tengah mengemuka. “Saya sangat memahami setiap kebijakan dan inisiatif yang diambil oleh World Bank, IMF, IFC, dan Pemerintah Indonesiaadalah untuk menghargai kepedulian global terhadap adanya fondasi ekonomi digital dan akselerasinya dalam mengembangkan suatu negara,” kata Vishal.

Vishal menambahkan, partisipasi Tunaiku sebagai produk perbankan digital Amar Bank di Annual Meeting IMF – World Bank adalah sebagai bentuk apresiasi dari lembaga keuangan global atas kontribusi produk fintech Indonesia dalam mewujudkan inklusi keuangan dan ekonomi digital di Indonesia. “Peluncuran inisiatif Digital Economy for All (DE4All) merupakan langkah tepat bagi kemajuan ekonomi Indonesia karena dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan menumbuhkan kepercayaan diri bangsa ini terhadap perubahan teknologi global.”

Inisiasi global ini juga diyakini dapat menjembatani antara pemerintah dan pemain industri untuk fokus pada pengembangan teknologi, dan membangun lima landasan Ekonomi Digital, seperti infrastruktur, layanan keuangan digital dan identifikasi digital, inovasi dan kewirausahaan, platform digital, dan literasi digital dan keterampilan. “Bank Amar melalui produk Tunaiku telah melakukan memberikan akses kredit ke konsumen unbanked dan underbanked, dan dalam prosesnya Tunaiku bertransformasi secara digital menjadi bank fintech,” Vishal menjelaskan.

Pada kuartal III tahun 2018, Tunaiku telah mencatatkan sebanyak 120 ribu nasabah dengan total pinjaman sebesar Rp 1,25 triliun. Selain itu, Aset yang dikumpulkan sebanyak Rp 1,7 triliun dengan jumalh dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 1 triliun. “Annual Meeting IMF - World Bank yang mengambil tema Voyage to Indonesia merupakan ajang yang telah ditunggu-tunggu oleh para pelaku industri bisnis dan finansial, harapannya lewat acara ini dapat menghasilkan pemikiran dan kebijakan baru di tengah – tengah kondisi ekonomi global saat ini,” ujarnya.

World Bank menyatakan fintech dan layanan keuangan digital lainnya menjadi kunci bagi inklusi ekonomi digital, mengingat digitalisasi dapat secara signifikan mengurangi biaya dan mempercepat kemajuan menuju realisasi Universal Financial Access 2020 dan UN Sustainable Development Goals 2030.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)