Amartha Salurkan Dana Rp907 Miliar ke 207 Ribu Peminjam

Amartha merupakan financial technology yang berfokus pada pembiayaan kepada perempuan di daerah. Perusahaan ini awalnya lembaga keuangan mikro yang didirikan tahun 2010, dan berubah menjadi perusahaan peer to peer landing pada 2016. Skemanya, Amartha menawarkan peluang bagi investor yang ingin memberikan modal bagi pengusaha mikro perempuan di pedesaan yang membutuhkan modal bagi usahanya.

Founder & CEO PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), Andi Taufan Garuda Putra, mengatakan, saat ini pihaknya fokus pada penyaluran pembiayaan kepada perempuan di daerah-daerah tier 3 dan tier 4 seperti Nganjuk, Pasuruan, Mojokerto, Indramayu, Subang, Pangalengan, dan lainnya. “Kami menghubungkan pengusaha di daerah tersebut melalui skema peer to peer landing. Dalam hal ini kami hanya mendanai pembiayaan yang diperuntukan untuk kegiatan produktif” kata dia.

Adapun yang membedakan Amartha dengan fintech lain adalah startup ini tidak hanya meminjamkan modal usaha, namun juga terlibat dalam edukasi financial literacy dan pendampingan bisnisnya. Selain itu, Amartha hanya memberikan pinjaman kepada sektor produktif. “Kami memiliki tim lapangan yang akan mengecek kebenaran bisnis yang mereka ajukan. Sampai saat ini kami memiliki 1000 agent, dimana 1 agent menangani 300-400 orang atau menangani 3 desa,” ujarnya menambahkan.

Saat ini, Amartha tercatat telah memiliki 207 ribu perempuan yang didanai di 3500 desa di seluruh Jawa. Sementara itu, untuk memberikan perlindungan kepada para investor, Amartha juga telah bekerjasama dengan 3 perusahaan asuransi yakni Jamkrindo, Pasar Polis melalui Sinar Mas, dan Allianz. Untuk dana yang disalurkan, peminjam akan mendapatkan dana sekitar Rp3 juta untuk pertama kali peminjaman. Dana ini akan terus naik setiap peminjam telah melunasi pinjamannya.

Hingga saat ini, dana yang disalurkan kepada peminjam ada yang mencapai Rp13 juta. Adapun bisnis yang paling banyak mendapatkan pendanaan adalah sektor perdagangan.

Taufan mengatakan, total dana yang telah disalurkan selama perusahaan berdiri hingga per 10 April 2019 sebesar Rp907 miliar ke 207 ribu anggota dengan jumlah non performing loan (NPL) sebesar 1%. “Kami menargetkan pertumbuhan peminjam naik 3 kali lipat seperti tahun lalu. Saat ini kami telah memiliki 60ribu investor yang telah teregistrasi di website kami dengan komposisi pendanaan 50% individu dan 50% institusi. Target investor tahun ini mengikuti kebutuhan borrower,” katanya menambahkan.

Taufan menambahkan, cara perusahan untuk mencapai target tersebut adalah pertama, pada tahun ini Amartha akan meluaskan pasarnya ke wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara. Kedua, startup juga akan meningkatkan user experince dengan meluncurkan mobile version untuk Android dan IoS. Ketiga, melakukan kerjasama dengan banyak bank. Hal ini dilakukan agar konsumen dapt lebih mudah melakukan pembayaran. “Kami melihat Sulawesi memiliki potensi yang bagus. Selain itu, daerah ini juga memang cocok dengan target peminjam Amartha. Namun, kami bertahap akan melakukan ekspansi ke wilayah Sumatera juga," jelasnya.

Mandiri Capital diketahui merupakan salah satu investor yang menyuntikan dana ke Amartha. Namun sayangnya, Taufan enggan untuk menyebut berapa dana yang telah dikucurkan dan berapa nilai valuasi dari perushaanya.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)