Ambah Batik Siap Merawat Tradisi dan Membagi Hati

Bertekad menjadi bagian dalam pelestarian tradisi Nusantara, Ambah Batik hadir sebagai brand lokal baru yang memperkaya keragaman industri fashion Tanah Air.

Keistimewaan motif Pucuk Rebung pun ditampilkan lewat sebuah peragaan busana tunggal perdana, yang diadakan di Ballroom Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, (4/8). Sebanyak 48 set busana pria dan wanita dihadirkan dalam empat sekuen mulai dari gaya kasual, semi formal, formal hingga semi couture.

Ambah Batik

Launching Ambah Batik ini juga dihadiri oleh Menteri Tenaga Kerja RI, Hanif Dakhiri dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, serta Saleh Husein, untuk mendukung siswa SMK dan berpartisipasi dalam rangka demo membatik

Ambah Batik mengangkat satu motif batik sebagai DNA rancangan busananya, yakni Pucuk Rebung. Motif Melayu yang sudah tersebar di berbagai wilayah Indonesia ini mengandung nilai filosofi, di mana hidup manusia harus memberikan manfaat bagi orang lain. Memiliki harapan dan kekuatan layaknya pohon bambu yang tak mudah runtuh. Dari makna tersebut lahirlah sebuah konsep socialpreneur 50 to 50 merawat tradisi membagi hati, di mana bisnis bukan sekadar untuk meraih keuntungan, tapi bagaimana bisa berkontribusi kongkrit terhadap lingkungan masyarakat.

Untuk itulah 50% profit akan didonasikan untuk kegiatan filantropi dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan melalui sarana edukasi kepada anak-anak sekolah kejuruan SMK agar mereka mempunyai kesempatan untuk bisa mandiri dan mencintai batik sebagai warisan budaya Indonesia.

"Pucuk Rebung adalah motif Nusantara yang mampu meningkatkan rasa persaudaraan, eratnya budaya Indonesia dan kayanya budaya Indonesia. Pucuk Rebung hadir dengan ragam motif dari Riau, Sumantra, Kalimantan, Jawa. Bahkan motif Betawi juga ada Pucuk Rebung. Selama ini Pucuk Rebung hanya ditampilkan sebagai sisi atau ujung dari kain. Sekarang saya ingin Pucuk Rebung menjadi motif inti. Ketika orang memakai motif Pucuk Rebung maka artinya hidup mereka adalah berkualitas dan memberi manfaat untuk orang lain," jelas Founder dan CEO PT Ambah Karya Kreatif, Dina Rimandra Handayani.

Batik2

 

Menurut Dina, produk Ambah Batik dijual melalui e-commerce di website www.ambahkreatif.com. Range harga untuk ready to wear Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Sedangkan untuk kain mulai dari Rp1 juta sampai 4 juta dengan spedifikasi kain sutra batik. Kegiatan usaha ini tergolong socialpreneur. Jadi 50% dari profit akan didonasikan untuk kegiatan philantropy dan ekonomi development. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)