Ambisi Amikom Ciptakan Lulusan Entrepreneur

Berangkat dari keinginannya untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi sebagai amalan, Muhammad Suyanto akhirnya membesut STMIK Amikom Yogyakarta. Tujuan akhrinya adalah uk memberikan manfaat baik bagi orang-orang.

Kini,  nama lembaga pendidikan itu berubah menjadi Universitas Amikom Yogyakarta (Amikom) dan keberhasilan Amikom ditandai dengan menjadi contoh oleh lembaga dunia UNESCO sebagai Perguruan Tinggi Swasta Dunia yang memiliki model private entrepreneur. Sebagai percontohan, Amikom bersama kampus University of Phoenix, Amerika dipilih UNESCO karena menonjol dari sisi kewirausahaannya.

Pendiri & Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, Muhammad Suyanto, mengungkapkan, ada empat model atau generasi yang dianut perguruan tinggi saat ini, yakni teaching university, research university, innovation hub, dan entrepreneurial university. “Kami memang lebih menonjol di entrepreneur university. Saat ini, kami sedang menuju ke universitas generasi keempat yang sasarannya yaitu learning and innovation. Di bidang human capital dan pengembangannya, kami fokus untuk menghasilkan inovasi produk yang bisa dikomersilkan,” ungkap Suyanto.

Lewat inovasi yang dilakukan Amikom, kesejahteraan msyarakat akan jauh lebih bagus. Melalui pembangunan perguruan tinggi generasi keempat, SDM yang dimiliki adalah scientist, professional, entrepernuer, & artist. “Entrepreneur merupakan hal penting bagi universitas generasi keempat. Cita-cita kami sejak awal adalah bisa menghasilkan entrepreneur sebanyak 30%. Ini bukan perkara yang mudah, karena Harvard hanya 13% dan MIT 15%,” ujarnya.

Menurut business placement center Amikom sendiri, Amikom berhasil menciptakan entrepreneur sebesar 21%. Angka ini  cukup tinggi untuk ukuran di Indonesia. Sedangkan universitas yang paling tinggi menghasilkan alumni entrepreneur adalah Standford University sebesar 29%.

Pria lulusan S1 Fisika UGM ini mendirikan perguruan tinggi dengan modal sedikit dan rumah sewaan. Ingin memperbesar lembaga pendidikannya, Suyanto berinisiatif membuat proposal untuk meminta izin pendirian perguruan tinggi, namun kendala mengganjal karena izin tidak turun. Kurangnya dosen menjadi kendala penyebab izin tak disetujui.

Kerja keras Suyanto untuk mewujudkan impiannya lambat laun terwujud. Hal ini tak lepas dari bantuan teman-temannya yang bersedia menjadi dosen di Amikom. Begitu kuota dosen yang diminta terpenuhi, maka segera didaftarkan. Tak lama izin pendiriannya keluar. “Waktu itu mahasiswa pertama kali berjumlah 32 orang, 18 orang di Teknik Informatika, 14 orang di jurusan Manajemen Informatika. Awalnya masih berbentuk akademi dengan 2 jurusan. Kami memiliki visi untuk menjadi perguruan tinggi komputer terbaik di Indonesia,” ceritanya tentang pengalaman jatuh bangun mendirikan Amikom.

Visinya untuk menjadi perguruan tinggi  komputer terbaik di Indonesia, diwujudkan Amikom  dengan memperkuat infrastruktur yang dimilikinya. Salah satunya penyediaan komputer Pentium MMX menjadi modal yang harus dimiliki. Waktu itu,  di Jogja  belum ada laboratorium yang menggunakan komputer tersebut, hanya Amikom. Ruang kuliah yang nyaman dihadirkan dan memfokuskan lagi ketrampilan marketing kepada anak didiknya.

“Kami menggunakan strategi diferensiasi hingga saat ini, yakni memunculkan sesuatu yang beda dengan konsumen. Kami melakukan sesuatu yang belum dilakukan oleh orang lain, sehingga Amikom berbeda dengan yang lain,” ungkapnya.

Dalam proses belajar mengajar, Amikom menggunakan cara yang entertaining. Juga, dilengkapi dengan  fasilitas business placement center yang membantu mahasiswa lulus agar langsung mendapatkan pekerjaan. Saat ini, Amikom sangat menonjol dalam keahlian animasi. Amikom  memiliki tiga fakultas yakni fakultas ilmu komputer, fakultas teknologi & science, dan fakultas ekonomi & sosial yang lebih menonjolkan konsentrasinya.

Konsentrasi yang ditonjolkan Amikom seperti program studi teknik informatika dengan konsentrasi software engineering atau rekayasa perangkat lunak dan networking atau jaringan. Kemudian ada program studi sistem informasi, yang mana konsentrasinya adalah e-commerce dan multimedia. Prodi informasi, konsentrasinya animasi dan game. Prodi teknik komputer dengan konsentrasi cyber security dan Internet of Thing . Sedangkan prodi ekonomi memiliki konsenstrasi creative economy & banking, prodi kewirausahaan, konsentrasinya adalah digipreneur & online business dan masih banyak lagi.

Berkaca pada visi Amikom, Suyanto mengungkapkan bahwa inovasi menjadi kunci menuju untuk menjadi top perguruan tinggi dunia. Keinginan Amikom untuk menjadi perguruan tinggi yang menelurkan HaKI terbanyak di Indonesia. “Kami juga ingin mendapatkan penghargaan internasional paling banyak di Indoensia dengan menghasilkan innovation space. Kami menerapkan sikap mental positif seperti pelatihan super unggul untuk mengetahui jati diri, meningkatkan kepercayaan diri, motivasi untuk meraih cita-cita, memiliki empati, dan memiliki keterampilan sosial,” ujarnya.

Amikom berusaha mencetak pengusaha yang otomatis juga akan mencetak pemimpin. Dengan pengembangan perguruan tinggi ke arah generasi ke-4,  Amikom berusaha menelurkan scientist, professional, entrepreneur, dan artist. Selain itu,  mengembangkan jiwa mahasiswa melalui pelatihan super unggul. Disitulah mereka menemukan jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan.

Mengapa 21% dari lulusan Amikom menjadi pengusaha? Jawabannya, karena Amikom memiliki jiwa leadership. Targetnya tahun 2030, Amikom ingin menjadi universitas unggulan dunia dan menciptakan 30% dari lulusannya sebagai pengusaha.

 

Reportase: Anastasia Anggoro Suksmonowati

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)