Ambisi Modernland Wujudkan Modern Halal Valley sebagai Epicentrum Industri Halal Dunia

Pascall Wilson, Direktur Utama PT Modern Industrial Estat (kedua kanan) tengah menjelaskan progress pembangunan dan pengembangan Modern Halal Valley secara langsung kepada Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian RI (kanan).
 

Sebagai salah satu negara dengan mayoritss penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia baru sebatas pasar dan belum menjadi pelaku industri produk halal. Hal inilah yang melatarbelakangi Modernland Realty mengembangkan clusterindustri halal pertama di Indonesia bernama Modern Halal Valley di dalam kawasan ModernCikande Industrial Estate.

Menurut Pascall Wilson, Managing Director IndustrialPT Modernland Realty Tbk., yang juga Direktur Utama PT Modern Industrial Estat,  melalui Modern Halal Valley, ModernCikande siap memfasilitasi investor industri halal baik itu lokal maupun mancanegara yang ingin berinvestasi dan mengembangkan produk-produk bersertifikasi halal di Indonesia.

Ia menambahkan, di Indonesia industri halal belum diterapkan secara maksimal. Padahal Indonesia adalah negara dengan konsumen terbesar untuk produk halal dunia. Ironisnya, Indonesia sendiri masih berada di peringkat 5 besar dalam pasar Industri halal dunia, dimana, posisi pertama masih dipegang oleh Malaysia yang sekarang ini sedang mengembangkan industri halalnya secara masif. “Kami optimis jika kawasan Modern Halal Valley akan menjadi epicentrum global bagi industri halal dunia. Hal ini tentunya sesuai dengan harapan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai global hub produk halal dunia,” katanya.

Diakui Pascall, PT Modern Industrial Estat menawarkan lahan di kawasan pengembangan Modern Halal Valley berupa kavling industri untuk produk makanan & minuman, obat-obatan, kosmetika, dan tidak menutup kemungkinan bagi jenis industri lain yang berkaitan dengan produk turunan halal. Selain itu, Modern Halal Valley menyediakan lahan premium bagi perusahaan yang ingin menjadikan Indonesia sebagai basis bagi bisnis internasional mereka dalam hal produksi dan perdagangan halal.

Untuk menjangkau pasar global, Modern Halal Valley telah menjangkau jaringan kawasan industri halal internasional seperti Cordoba Halal Park Spanyol, Johor Iskandar Halal Park, dan Penang International Halal Hub. “Pengembangan Kawasan Industri Halal masih memerlukan intervensi pemerintah dalam hal  pemberian insentif khusus produk halal dan penyederhanaan proses sistem sertifikasi. Apalagi, Kawasan Industri Halal berpotensi mengembangkan produk industri kecil menengah (IKM) yang berorientasi ekspor,” katanya.

Dalam kunjungannya untuk melihat progres pembangunan Modern Halal Valley di Serang, Banten, (10/5) Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan Kawasan Industri Halal di Indonesia, salah satunya Modern Halal Valley. Pemerintah juga mendorong agar industri besar dan industri kecil menengah (IKM) mampu bersinergi dengan baik di Modern Halal Valley. Salah satunya dengan menyiapkan sebuah platform e-commerceuntuk ekosistem yang terbentuk di Modern Halal Valley bekerjasama dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI).

“Kemenperin tidak bisa mempercepat pembangunan Kawasan Industri Halal tanpa kerjasama dengan berbagai pihak. Pembangunan Kawasan Industri, terutama Kawasan Industri Halal, tidak hanya sebatas memperoleh perizinan tetapi bagaimana mampu mendatangkan tenantmasuk kedalam kawasan. Indonesia diharapkan dapat menjadi pusat produksi halal dunia. Kemenperin harusnya bisa mengambil peran untuk dapat memfasilitasi potensi tenantuntuk masuk ke Kawasan Industri Halal,” kata Agus.

Pascall menambahkan Modern Halal Valley sebagai epicentrum global bagi industri halal dunia memiliki beberapa keunggulan Modern Halal Valley merupakan sebuah kawasan industri halal pertama dan terbesar di Indonesia dengan rencana pengembangan seluas 500 hektar. Sesuai visinya, keberadaan Modern Halal Valley mencakup Halal Intregrated Supply Chain, Standard Factory Building, Industrial Land, dan Logistic Park.

Untuk menjadikan Modern Halal Valley sebagai halal hub global yang akan mengedepankan integrasi rantai pasok. Rencananya, pembangunan Modern Halal Valley akan berjalan dalam waktu lima tahun yang terbagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama 150 hektar, kedua 150 hektar, dan ketiga 200 hektar. “Progresspengembangan kawasan Modern Halal Valley saat ini telah memasuki tahapan pembangunan sarana dan prasarana berupa insfrastruktur jalan di dalam kawasan serta fasilitas infrastruktur pendukung lainnya,” katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)