Andalkan Teknologi Streamer, Daikin Garap Pasar Air Purifier di Indonesia

Salah satu produk home appliances yang sedang moncreng permintaan saat pandemi Covid-19 adalah air purifier. Hal ini tidak dipungikiri, beberapa produsen home appliances seperti Sharp, Panasonic, Samsung, Midea, Xiaomi, Honeywell dan lain-lain bersaing memproduksi produk pembersih udara untuk meramaikan pasar, baik di e-commerce, pasar tradisional maupun ritel modern.
Untuk bersaing, tentunya masing-masing produsen air purifier telah mengusung teknologi andalan yang mampu membunuh beragam virus yang ada saat ini. PT Panasonic Gobel Indonesia misalnya, dengan mengusung teknologi Nanoe X yang diklaim mampu menghilangkan bau dan bakteri, tahun lalu mencatat permintaan produk air purifier hingga 200% secara year on year (yoy).
Lain halnya dengan Sharp, produk penjernih udara yang dikembangkan mengusung teknologi Plasmacluster terbukti melalui uji klinis telah mampu melemahkan dan melumpuhkan berbagai jenis bakteri, jamur, dan virus, sehingga udara di dalam ruang lebih bersih dan segar, sehingga memberikan perlindungan kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh.
Melihat pasar air purifier yang menggiurkan di Indonesia, Daikin Industries, Ltd. pun menyematkan teknologi Streamer pada produk air purifiernya. Menurut Yuli Francisco, National Sales Manager PT Daikin Airconditioning Indonesia, Daikin memperkenalkan tiga model air purifier yang menggunakan teknologi Streamer yaitu pertama, MCK55TVM yang dirancang untuk luas ruang 41 meter persegi dengan tambahan fungsi kelembapan. Kedua, MC55UVM untuk luas ruang 41 meter persegi dan ketiga, MC40UVM yang kerja pembersihan udaranya dirancang untuk luas ruang 31 meter persegi. “Sematan teknologi Streamer ini melengkapi keberadaan filter HEPA elektrostatis yang menjadi kelengkapan standar Air Purifier Daikin,” katanya.
Kelengkapan filter High Efficiency Particulate Air (HEPA) sebagai standar ini, diakui Yuli, sejalan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat COVID-19 Wilayah Jawa-Bali yang menyarankan penggunaan air purifier dengan filter HEPA.
Terletak didalam unit air purifiernya, Streamer ini memiliki tiga kerja utama yang dirangkum dalam tajuk triple C. Pertama yaitu Clash yang mencakup kerja menguraikan berbagai partikel berbahaya yang terkumpul pada filter HEPA dengan oksidasi. Kerja kedua yaitu Cycle merujuk pada kemampuannya menguraikan berbagai bau tak sedap yang menempel pada filter Deodorization. Dengan kemampuannya ini, Streamer berperan menjaga kapasitas filter penghilang bau agar tetap optimal dalam kinerjanya menyerap bau dari ruangan.
Kerja ketiga yaitu Clean, merepresentasikan kemampuan Streamer dalam mengeliminasi berbagai jamur, bakteri dan bahkan virus yang menempel pada rangkaian filter yang terdapat dalam air purifier. Kerja pembersihan inilah yang kemudian juga dapat dikatakan memperpanjang usia pakai filter dalam air purifier Daikin. “Bila filter deodorization tak perlu lagi melakukan penggantian, filter HEPA elektrostatis penggunaannya dalam sebuah uji rata-rata di Jepang dapat mencapai 10 tahun. Streamer pada air purifier Daikin membuat biaya yang dikeluarkan penggunanya untuk penggantian filter menjadi cenderung lebih rendah, menginfat usia pakainya yang lama,” katanya.
Sebagai info, berdasarkan hasil dari kerjasama riset antara perusahaan asal Jepang tersebut dengan Osaka University yang menunjukkan tingkat efektivitas menonaktifkan varian Omicron hingga 99,9%. Penelitian dilakukan dengan melibatkan Profesor Tatsuo Shioda dan Asisten Profesor Tadahiro Sasaki dari Department of Virus Infestions, Research Institute for Microbial Diseases, Osaka University pada Januari 2022.
Hasil didapat menunjukkan penonaktifkan strain Omicron mencapai 99,9% pada objek penelitian setelah dua jam perlakuan pelepasan Streamer. Sebagai catatan, hasil merupakan dibawah kondisi pengujian laboratorium dan tidak mewakili efektivitas perangkat dengan Streamer serta penggunaan dalam lingkungan sebenarnya.