Anugerah Bapeten 2020 untuk 172 Penerima dalam Pemanfaatan Tenaga Nuklir

Agar pengawasan tenaga nuklir  efektif, maka pelaksanaannya harus  dilakukan secara berimbang antara reward dan punishment untuk memberikan rasa keadilan, akuntabilitas, dan integritas kepada fasilitas yang memiliki sumber radiasi pengion yang termasuk dalam objek pengawasan Bapeten.

"Untuk itu, Bapeten membuat suatu penilaian berbasis  risiko yang menghasilkan suatu tingkat penilaian kuantitatif berupa indeks pengawasan, yang  disebut dengan Indeks Keselamatan dan Keamanan Nuklir (IKKN)," kata Plt. Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif, Sumedi di Jakarta kepada media secara virtual (27/10/2020).

IKKN merupakan indikator yang terukur sebagai gambaran mengenai status keselamatan dan keamanan fasilitas yang  diperoleh melalui Laporan Hasil Inspeksi (LHI) dan Laporan Keselamatan Fasilitas (LKF). Indeks inilah yang menjadi cerminan komitmen dan kepatuhan pihak fasilitas dalam  melaksanakan pemanfaatan tenaga nuklirnya secara selamat, aman dan tenteram.

Bapeten merupakan instansi pemerintah yang diamanatkan melaksanakan pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir melalui pembuatan peraturan, pelayanan perizinan dan pelaksanaan inspeksi. Tujuan pengawasan tersebut untuk terjaminnya kesejahteraan, keamanan, dan ketenteraman masyarakat serta menjamin

keselamatan dan kesehatan pekerja dan anggota masyarakat serta perlindungan terhadap lingkungan hidup.

"Kemudian, kami  menganugerahkan penghargaan kepada instansi/ fasilitas dan pimpinan kepala daerah dalam bentuk Anugerah Bapeten yang direncanakan diserahkan langsung oleh Menteri  Riset Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional," kata Sumedi.

Anugerah Bapeten yang diberikan kepada instansi didasarkan pada pertimbangan hasil inspeksi, evaluasi terhadap dosis radiasi bagi pekerja radiasi, proses perizinan, dan status  kejadian kedaruratan nuklir di instansi tersebut menunjukkan kinerja keselamatan radiasi dan/atau keamanan sumber radioaktif yang sangat baik.

Sedangkan Anugerah Bapeten yang  diberikan kepada kepala daerah didasarkan pada pertimbangan bahwa daerah tersebut memiliki  populasi instansi penerima Anugerah BAPETEN dalam jumlah yang signifikan, sehingga dapat  diasumsikan bahwa pemerintah daerah tersebut telah mendukung sepenuhnya terhadap  pencapaian Anugerah Bapeten yang diterima oleh instansi di daerahnya.

Penghargaan itu juga digunakan oleh Bapeten sebagai salah satu indikator untuk menunjukkan bahwa diantara tujuan pengawasan yaitu meningkatkan kesadaran hukum  pengguna tenaga nuklir untuk menimbulkan budaya keselamatan dibidang nuklir, dan menjamin terpeliharanya dan ditingkatkannya disiplin petugas dalam pelaksanaan pemanfaatan tenaga nuklir telah tercapai.

"Oleh karena itu Bapeten akan terus mendorong setiap instansi untuk berkompetisi untuk mendapatkan Anugerah Bapeten," kata Deputi Perizinan dan Inspeksi Bapeten, Arifin Zainal.

Pada 2020 ini, untuk pertama kali penghargaan Anugerah Bapeten diberikan untuk untuk Kategori Petugas Proteksi Radiasi (PPR) terbaik, Lembaga Uji Kesesuaian (LUK) dan Lembaga Pelatihan terbaik serta Instalasi dan Bahan Nuklir terbaik.

Sejauh ini Bapeten telah melaksanakan penganugerahan kepada pengguna sebanyak 5 kali sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2016.  Tahun  2020, Bapeten menganugerahkan kepada 64 instansi medik, 79 instansi  penelitian dan industri, 8 Lembaga Uji Kesesuian, 4 Lembaga Pelatihan, 5 Instalasi dan Bahan  Nuklir dan 6 orang Petugas Proteksi Radiasi (PPR).

Sedangkan Kepala daerah yang menerima  anugerah pada tingkat provinsi  yaitu Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten. Untuk kepala  daerah yang menerima Anugerah Bapeten  pada tingkat kabupaten/kota yaitu: Kota Jakarta  Selatan, Kabupaten Bekasi, dan Kota Cilegon. Sehingga total penerima Anugerah Bapeten tahun 2020  sebanyak 172 instansi dan atau perorangan.

Dibandingkan tahun 2019, yaitu sebanyak total 304 instansi dan atau perorangan penerima Anugerah Bapeten yang terdiri atas 18 pemerintah daerah, 89 fasilitas kesehatan,  171 fasilitas penelitian dan industri 12 rumah sakit teraktif dalam perekaman dan pelaporan data  dosis pasien, maka di tahun 2020 ini mengalami penurunan yang disebabkan oleh pandemi  COVID -19 yang terjadi sejak bulan Maret 2020.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)