Anwar Ibrahim Jadi Pembicara The ECGL Leadership Forum 2018

Seiring dengan tantangan bisnis yang semakin kompleks dan kompetisi yang semakin tajam, para pemimpin yang berkemampuan ‘biasa-biasa’ saja tidak lagi dianggap cukup mampu meraih pendapatan dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dalam perusahaan.

Masa depan perusahaan dan organisasi bergantung pada talenta manajemen yang memiliki kreativitas menghadapi perubahan yang cepat dan ketangguhan berpacu dalam lingkungan yang rentan mengalami krisis.

Selama 15 tahun ECGL telah menjadi pusat pembelajaran kelas dunia bagi para eksekutif yang ingin mendapatkan perspektif baru dalam strategi manajemen dan kepemimpinan. Untuk merayakan pencapaiannya di tahun ke-16, ECGL mengadakan The ECGL Leadership Forum sekaligus pertemuan alumni pada 4 Juli 2018 di ballroom Fairmont Hotel, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari perusahaan-perusahaan BUMN dan swasta, duta besar dari negara-negara sahabat dan ketua lembaga-lembaga tinggi negara.

Ada tiga pembicara utama yang akan berbagi pemikiran tentang kepemimpinan berdasarkan pengalaman mereka. Pembicara pertama a Muh. Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI. Tema pidato pria yang akrab di sapa JK ini adalah kebijaksanaan dalam memimpin. “Kepemimpinan adalah tentang kebijaksanaan, keberanian dan memberikan contoh. Kualitas-kualitas ini diasah melalui pengalaman dan proses belajar terus menerus,” ujar Jusuf Kalla,  salah satu pendiri ECGL.

Pembicara kedua, Rini M. Soemarno, Menteri Badan Usaha Milik Negara. Rini berbicara tentang Kepemimpinan dalam BUMN. Sebagai menteri perempuan pertama yang menjadi Menteri BUMN, ia harus bekerja keras membuktikan diri ketika merintis karir sebagai pemimpin karena masih sering menemui laki-laki yang menganggap enteng rekan kerja perempuan.

Pembicara terakhir, Datuk Seri Anwar Ibrahim, mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia,  berbicara tentang kepemimpinan politik. Saat ini Anwar memegang tampuk pimpinan koalisi partai politik yang berkuasa di Malaysia, Pakatan Harapan atau Aliansi Harapan. Ia diproyeksikan menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-8 tahun 2020.

Dalam acara ini juga diadakan sesi leadership panel yang diusung ECGL bersama PwC dan melibatkan para pemimpin yang inspiratif. Para panelis terdiri dari Nicke Widyawati, (Plt Dirut, Pertamina), Gilarsi Wahyu Setijono (Dirut Pos Indonesia) dan Muhammad Awaluddin (Dirut Angkasa Pura II). Lenita Tobing, Partner, Strategy& Part of the PwC Network akan menjadi moderator.  Dalam acara Leadership Forum ini, PwC adalah mitra ECGL.

“Saat ini Leadership Forum yang diusung ECGL adalah forum kepemimpinan pertama di Indonesia dan rencananya akan diadakan setiap tahun,” ujar Dr. Tanri Abeng, MBA. Mantan Menneg BUMN ini mengungkapkan ada kebutuhan darurat bagi parapemimpin untuk pengembangan kepemimpinan secara sistematis.“Pemimpin yang mampu mengembangkan institusi yang efektif dan mengubah institusi menjadi pengembangan kepemimpinan yang berkelanjutan. Kesimpulannya, pemimpin yang mampu menghasilkan pemimpin baru,” tegasnya.

Menghadirkan figur berpengaruh penting dengan latar belakang beragam merupakan bagian dari visi Tanri Abeng sebagai Ketua dan Pendiri ECGL. Program yang ditawarkan ECGL membaurkan konsep pembelajaran kelas dunia dan konsep manajemen kepada eksekutif dari kalangan muda yang bersemangat serta berambisi tinggi untuk menjadi pemimpin masa depan.

ECGL telah meluncurkan Advanced Leadership Program (ALP) sejak tahun 2012. Tanggal 4 Juli 2018 menjadi momen peluncuran ALP 2018. Program ini terdiri dari 11 modul yang setiap modulnya dilaksanakan dalam 20 jam. Setiap sesi akan diadakan di kelas ECGL yang terdapat di Jakarta dan Bali. Pengajar modul berasal dari fasilitator kelas dunia yang memiliki pengalaman akademis yang kuat dan beraneka latar belakang manajemen bisnis. Kebanyakan dari para pengajar berasal dari mitra ECGL, yaitu Rotterdam School of Management, Erasmus University di Belanda.

Program ALP 2018 yang ditawarkan ECGL akan memberikan perspektif baru, konsep yang realistik dan metode akurat dalam kepempimpinan dan manajemen. Sehingga peserta yang berpartisipasi memiliki kemampuan strategi manajemen, pengembangan organisasi dan transformasi bisnis untuk ketahanan dan pertumbuhan berkelanjutan yang berdaya guna.

ECGL didirikan oleh lima pemimpin politik dan bisnis Indonesia: Tanri Abeng, Muh. Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Bambang Kesowo, dan Pontjo Sutowo. Visi dan kebijaksanaan telah menjadikan ECGL sebagai salah satu pusat pembelajaran. Para alumni ECGL memegang posisi kepemimpinan di banyak bidang bisnis, pemerintah, organisasi sektor publik dan sosial.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!