Apa Saja Tren Otomotif 2019?

Pameran Otomotif Makassar 2016
Pameran Otomotif Makassar 2016

GM International, yang menaungi brand Chevrolet, Holden dan Cadillac di kawasan Asia-Pasifik, menggandeng Richard Watson, seorang futurolog dan pendiri NowAndNext.com, serta penulis Digital Vs. Human, mengamati 10 tren paling utama di tahun 2019 di dunia otomotif.

"Di tahun 2019, Asia Pasifik tetap menjadi wilayah yang akan terus tumbuh. Hal ini tercermin dari sikap optimisme secara keseluruhan terhadap masa depan dibanding kawasan lain di dunia yang dinilai justru tengah mengalami penurunan," ujar Richard Watson terkait dengan kondisi pasar yang secara umum mempengaruhi penjualan kendaraan.

Menurutnya, Asia-Pasifik tengah menatap masa depan, sementara itu kawasan-kawasan lainnya justru menoleh ke belakang. Meskipun tidak semua tren-tren berikut ini bakal terbukti di tahun 2019, namun tren tersebut diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat, bahkan mungkin dapat lebih cepat dari yang diperkirakan oleh siapapun sebelumnya. Pada kenyataannya, prediksi Richard untuk jangka pendek sejalan dengan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh GM Global untuk melakukan transformasi industri otomotif di abad ke-21, di antaranya:

Pertama, pengembangan kendaraan swakemudi (self-driving cars) terus berlanjut dengan pesat. Kita akan menyaksikan perkembangan lebih lanjut dari kendaraan otonom, termasuk mobil, angkutan jenis kereta api, bus, truk, hingga mungkin pesawat terbang. Unit kendaraan swakemudi GM, Cruise Automation, saat ini tengah berpacu untuk dapat menjadi pabrikan pertama di pasar yang meluncurkan kendaraan yang otonom sepenuhnya (fully autonomous vehicles – AV).

Kedua, pertumbuhan dan investasi berkelanjutan di bidang kendaraan listrik dan bahan bakar alternatif.

Ketiga, kekuatan bisnis utama yang dimiliki GM, diikuti oleh permintaan global terhadap pickup truck dan SUV yang diproduksinya telah memberikan ruang yang besar bagi korporasi tersebut untuk melakukan investasi secara mendalam pada pengembangan teknologi masa depan.

Keempat, pada saat yang sama, GM bersama dengan mitra-mitra di industrinya tengah menggarap pengembangan kendaraan listrik berbahan bakar hidrogen dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama lagi. Pengembangan kendaraan listrik GM diselaraskan dengan progres pada pengembangan sistem autonomous driving sebagai bagian dari visi GM, yaitu dunia tanpa
kecelakaan (zero crashes), bebas emisi (zero emission) dan bebas kemacetan (zero congestion).

Kelima, polarisasi mobil besar/kecil, mobil mahal/murah serta mobil ramah lingkungan/tidak ramah lingkungan.Seiring dengan investasi para produsen kendaraan bermotor dalam pengembangan kendaraan-kendaraan elektrik, mereka juga terus merespon permintaan kendaraan favorit jenis pickup truck dan SUV – segmen kendaraan yang akan ditransformasikan oleh keunggulan-keunggulan GM di bidang elektrifikasi dan bahan bakar alternatif di tahun-tahun mendatang.

Keenam, menurunnya minat generasi muda memiliki Surat Izin Mengemudi, terutama di kota-kota besar. Penelitian yang dilakukan Schroders menunjukkan proporsi generasi muda yang memiliki SIM atau memiliki kendaraan telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, munculnya layanan car-sharing seperti Grab, Go-Car dan Lyft, menjadi salah satu faktor yang sangat berperan.

Ketujuh, pertumbuhan transportasi berbasis ride-sharing, transportasi yang dimiliki masyarakat dan kepemilikan parsial. Sejalan dengan turunnya tingkat kepemilikan SIM, konsep ride-sharing mulai tumbuh dengan pesat. Di Australia awal tahun ini, Holden merayakan satu tahun beroperasinya Maven Gig yang merupakan bagian dari GM.

Kedelapan, tren kearah kendaraan yang lebih kecil, ringan (dan perkembangan bahan nano yang canggih). Peraturan pemerintah yang ketat dalam memenuhi standar emisi bahan bakar serta kemajuan dalam teknologi dan penggunaan material telah menjadikan peringanan (atau optimalisasi) bobot kendaraan menjadi salah satu fokus utama perusahaan industri otomotif di mana pun.

Kesembilan, pertumbuhan kendaraan yang terkoneksi dan solusi transportasi terpadu di seluruh kota. Mobil yang terkoneksi, dioperasikan melalui sistem vehicle-to-infrastructure (V2I) dan vehicle- to-everything (V2X), diperkirakan akan berperan penting dalam meningkatkan keselamatan dan efisiensi dalam berlalu lintas ketika digunakan secara luas.

Kesepuluh, penggunaan metode 3D printing untuk komponen-komponen kendaraan hingga seluruh kendaraan (pengembangan menuju material 4D.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)