Aplikasi D-Bismart Fasilitasi Komunitas Financial Supply Chain

Dalam lima tahun ke depan D-Bismart targetkan 1.250 pengguna.

PT Bank Danamon Indonesia Tbk. meluncurkan D-Bismart, aplikasi yang membantu para pelaku bisnis dan komunitas financial supply chain (FSC) atau rantai pasok dalam mengelola pemesanan barang. Transaction Banking Head Bank Danamon, Andrew Suhandinata mengatakan, inisiatif ini juga dalam rangka mendukung kesuksesan gerakan transaksi cashless dan keuangan inklusif.

“Perbankan biasanya meluncurkan digital solution di segmen agak besar seperti corporate, sedangkan tujuan kami adalah membantu di segmen kecil seperti UKM atau bahkan ke mikro. Sehingga harapan kami dapat menurunkan biaya operasional mereka,” katanya di RDTX Tower, Jakarta, (03/07/2019).

Andrew melanjutkan, aplikasi tersebut dirancang untuk mendukung transaksi komunitas penjual (anchor) dan pembeli (retailer) tanpa harus bertatap muka. “Seluruh kebutuhan pemesanan, pembayaran dan konfirmasi pembelian barang dapat diakses dengan mudah, kapan saja, dan di mana saja. Kami juga free charge,” ujarnya.

Adapun beragai fitur lain seperti pemesanan ulang melalui menu favorit, katalog barang, notifikasi proses transaksi, hingga melakukan pembayaran dengan dua metode, yakni langsung maupun dengan menggunakan tempo. Melalui aplikasi ini pun komunitas penjual dapat mempromosikan berbagai produk mereka, serta memonitor laporan pemesanan barang dan pembayaran.

Namun, Head of Transaction Banking Product Bank Danamon, Elisa Majasari Halim menekankan, platform digitalnya ini berbeda dengan marketplace. Sebab, platform ini menggunakan sistem close group di mana hanya melayani komunitas penjual dan pembeli yang sudah menjadi nasabah Bank Danamon serta terdaftar dalam layanan D-Bismart.

Markeplace itu bisa berbelanja dengan supplier siapa saja, sedangkan retailer di aplikasi ini hanya bisa mendaftar apabila mendapat rekomendasi dari anchor. Tapi retailer bisa me-link ke lebih satu supplier asalkan dia bagian dari komunitas anchor-anchor itu dan sudah terdaftar,” tuturnya.

Elisa menambahkan, saat ini sudah ada 20 pembeli yang berasal dari satu penjual aktif. Sementara, yang masih dalam tahap penjajakan ada tiga penjual. Keempat penjual ini merupakan industri consumer goods. Selain consumer goods, sektor yang dinilai potensial adalah food and beverage dan toko bahan bangunan. Elisa berharap, dalam lima tahun ke depan pengguna D-Bismart dapat meningkat hingga 1.250 pembeli yang berasal dari 50 penjual.

Terkait potensi tambahan pendapatan Bank Danamon, Andrew mengatakan, pihaknya belum memiliki target khusus finansial. Apalagi menurutnya, development aplikasi ini tidak membutuhkan biaya investasi yang sangat tinggi. Saat ini pihaknya sedang berfokus untuk membantu anchor dan retailer masuk dalam transaksi digital yang cashless. Asal tahu,  seluruh transaksi yang ada di D-BisMart merupakan transaksi pindah buku antarrekening Bank Danamon.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)