Aplikasi Karaoke Mydio Sing Dorong Program Musicpreneurship

Aplikasi karaoke lokal Mydio Sing berusaha mendukung kemajuan industri musik Indonesia. Aplikasi ini berbeda dengan sejenis buatan luar negeri, karena bisa membuat video klip.

Bahkan melalui aplikasi ini, pemusik, penyanyi dan atau pencipta lagu bisa mendapat tambahan penghasilan melalui program musicpreneurship. Menurut Indra M. Putra, pendiri startup ini, aplikasi digagas dengan seluruh programnya untuk pengembangan ekosistem musik di Indonesia.

Ia menuturkan, salah satu dukungannya adalah pada konferensi musik yang diadakan di Ambon Maluku 7-9 Maret lalu, Mydio Sing turut memeriahkan dengan dinyanyikannya lagu Indonesia Pusaka karya Ismail Marjuki oleh anak-anak Ambon Manise Wilbert Lawalata (Willy), Siera Latupeirissa, Nurul Toisuta dan Joanne Merel Saimima yang disiarkan melalui aplikasi ini.

“Keragaman mereka, Siera, Willy, dan Joanne bersatu basodara dengan Nurul Toisuta menyanyikan keragaman dalam kesatuan Indonesia di depan Gong Perdamaian Dunia, Kota Ambon dengan menggunakan aplikasi karaoke online Mydio Sing,” kata Indra melalui siaran pers (16/03/2018).

Maka itu pada Konferensi Musik pertama di Indonesia ini, waktu yang tepat bagi Mydio Sing meluncurkan programnya yang pertama kali di dunia yaitu mulai membangun ekosistem musik yang baik di Indonesia melalui program Musicpreneurship. Musicpreneurship adalah program yang berusaha memberikan penghasilan tambahan bagi pemusik, penyanti dan atau pencipta lagu, di luar royalty yang mereka juga akan terima secara adil dan transparan.

Jadi setiap musisi, penyanyi dan atau pencipta lagu tidak perlu meninggalkan dunia seni untuk mendorong jiwa entrepeneur-nya berkembang, melalui program musicpreneurship di aplikasi Mydio Sing, akan mendapatkan Referral Fee dari setiap pihak yang di-subscribe di aplikasi Mydio Sing. “Selama orang berlangganan di Mydio Sing,  maka selamanya pula musisi, penyanyi dan atau pencipta memperoleh  referral fee dari subscriber di luar penghasilan dari royalti yang mereka terima secara adil dan transparan,” jelas Indra.

Di aplikasi yang sudah hadir sejak 2017 ini, ada dashboard online agar para seniman musik ini bisa melakukan pengecekan online, real time berapa lagu mereka yang telah dinyanyikan atau dimainkan di aplikasi ini, serta mengetahui pula penghasilan royalti yang mereka peroleh secara adil dan transparan.

Glenn Fredly sebagai Ketua Konferensi Musik Indonesia yang juga brand ambassador Mydio Sing, berpendapat ekosistem musik itu harus dibangun dan dikelola berkelanjutan untuk mencerdaskan dan menyejahterakan pelaku di industri musik itu sendiri, demi perbaikan industri ini ke depan, serta ketahanan budaya bangsa.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)