APP Targetkan Serah Terima Kunci Apartemen The Padmayana Kuartal IV 2020

(kiri-kanan) : Elvira Wigati, Project Director The Padmayana, Wahyuni Sutantri Direktur Pemasaran & Pengembangan Properti Adhi Persada Properti dan  Heri Setiawan - Project Manager Adhi Persada Gedung (kanan) saat melakukan Topping off The Padmayana (21/12) dan ditargetkan akan selesai pembangunannya pada kuartal ketiga tahun 2020.

The Padmayana, salah satu apartemen premium yang dikembangkan PT Adhi Persada Properti (APP), telah memasuki tahap topping off. Hal ini sebagai bukti bahwa milestone proyek ini dapat berjalan tepat pada waktunya, dari saat ground breaking April tahun lalu.

Ditargetkan proyek apartemen yang menyasar kalangan atas ini akan selesai pembangunannya pada kuartal ketiga tahun 2020 dan akan dilakukan serah terima dan terjual semua pada kuartal keempat pada tahun 2020,” kata Project Director The Padmayana Elvira Wigati.

Proyek yang berlokasi di kawasan Kebayoran baru ini berdiri di atas lahan seluas 4.440 meter persegi (m2), yang dikembangkan dengan konsep heritage resort.Dengan lokasi yang premium, The Padmayana diharapkan menjadi pilihan konsumen kalangan atas.

Dengan investasi Rp 720 miliar The Padmayana dibangun dengan jumlah terbatas hanya 145 unit dalam 18 lantai. Unit hunian yang ada terdiri dari 1 kamar tidur, 2 kamar tidur, 3 kamar tidur dan unit Penthouse. Dan saat ground breaking ditawatkan mulai harga Rp 3,2 miliar sampai dengan Rp 22 miliar untuk unit Penthouse.

Elvira menambahkan, The Padmayana merupakan kota taman pertama rancangan Moh. Soesilo, seorang arsitek Indonesia yang berkontribusi dalam perencanaan kota dan arsitektur Indonesia. dengan menerapkan diterapkan Koefisiensi Dahan Hijau (KDH), di mana The Padmayana memiliki kawasan hijau yang tersebar dalam bentuk pasif garden di setiap unit, private garden untuk unit-unit tertentu, dan taman terbuka yang dapat diakses oleh pemilik lantai tertentu,” ujar Elvira.

The Padmayana tetap melestarikan sejarah dari lokasi berdirinya The Padmayana. Oleh karena itu, PT Adhi Persada Properti menggandeng AECOM untuk merangkum nilai-nilai dari Kebayoran Baru dan menuangkan kembali ke konsep pembangunan The Padmayana. 

Selain unggul dengan kawasan serba hijau, The Padmayana dari segi fasilitas juga menerapkan teknologi yang selangkah lebih maju, yakni face recognition sebagai pengamanan mulai dari drop off area hingga akses private lift, smart-home system, warm-water infinity-edge pool, sky gym, dan sky cafe.

Direktur Pemasaran & Pengembangan Properti Adhi Persada Properti Wahyuni Sutantri menambahkan, momentum topping off diharapkan dapat mendukung peningkatan penjualan unit yang diminati calon pembeli. Pertimbangannya, cukup banyaknya calon pembeli yang mengharapkan unit ready The Padmayana untuk digunakan sebagai tempat tinggal. Hal ini terkait keistimewaan proyek The Padmayana, yang lebih banyak diminati oleh end-user.

Diakui Wahyuni, adanya Peraturan Pemerintah Keuangan (PMK) No. 86/PMK.010/2019 tentang Jenis Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Selain Kendaraan Bermotor yang dikenai PpnBM berisikan bahwa kelompok hunian mewah seperti rumah mewah, apartemen, kondominium, town house, dan sejenisnya yang nilainya di bawah Rp 30 miliar kini bebas dari pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Ini berarti pembeli properti di bawah harga Rp 30 milar tidak dikenakan PPnBM sebesar 20% dan hanya dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%. 

“Dengan dukungan kebijakan Pemerintah mengenai PPnBM dan proyeksi ekonomi yang menunjukkan tren positif seperti terjadi peningkatan PDB, laju inflasi dapat ditekan, serta menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar di tahun 2020, Adhi Persada Properti selaku developer menyakini bahwa akan terjadi peningkatan demand properti di tahun 2020,” kata Wahyuni.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)