Arah Bisnis IPP Tahun Ini Mengikuti Arus Pasar Properti

Presiden Direkturr PT Indonesian Paradise Property Tbk., Agoes Soelistyo Santoso.

Di tahun 2002 PT Indonesian Paradise Property Tbk. (IPP) memulai langkahnya di dunia properti Indonesia. Di tahun yang sama IPP membangun Harris Hotel Tuban-Bali dan tiga tahun kemudian meresmikan Harris Hotel Tebet.

Pembangunan infrastrusktur yang menjadi program prioritas Pemerintah Indonesia menjadi langkah yang tepat. Memang hasilnya tidak cepat terlihat, namun Presiden Direktur PT Indonesian Paradise Property Tbk., Agoes Soelistyo Santoso yakin dalam jangka panjang ekonomi Indonesia akan terus membaik. Menuju perbaikan tersebut IPP tetap akan terus tumbuh dengan melakukan pembangunan.

Untuk tahun 2018-2019, IPP telah memiliki tiga proyek yang sedang berjalan yaitu apartemen di Batam, hotel di Bali, dan Makassar. Apartemen di Batam akan dibangun mulai awal tahun  dan diperkirakan akan selesai paling lambat akhir 2019. Sedangkan, dua hotel baru di Bali sebagai hotel bintang 4 dan bintang 3 dan IPP membidik  daerah di Makasar untuk hotel sekaligus dengan apartemen mewah yang akan selesai di kuartal pertama tahun 2020.

Target market IPP memang ditujukan bagi segmen menengah atas. Mengusung konsep lifestyle dalam setiap properti yang dibangun, IPP berusaha menjadi ikon di bidang properti khusus di kota-kota besar. Perkembangan telah menjadi tuntutan dari investor, terlebih sebagai perusahaan publik. “Saat berkembang kami dituntut jeli melihat peluang. Beruntungnya kami tidak bermain di skala besar, sehingga tahun politik tidak membuat kami ragu-ragu,” ujarnya.

Berbicara strategi pemasaran di tahun politik, IPP ada penyesuaian dengan tidak mengabaikan pola dari permintaan masyarakat. “Kalau jual apartemen masuk segmen menengah atas,  orang-orang cenderung agak mengerem di tahun politik. Kalau demand melemah, kami harus lihat situasi itu. Prinsipnya dalam bisnis harus mengikuti arah mengalirnya ke mana dan kita tidak bisa melawan arah itu,” ungkapnya.

Menurutnya, IPP bisa mencari  cara bagaimana mengurangi efek negatif, tetapi tidak dapat menghindarinya. Yang terpenting adalah pemerintah bisa menjaga keamanan dan stabilitas politik karena bisnis IPP targetnya menengah ke atas yang rentan dalam masalah ini.

Intinya, pemerintah Indonesia harus dapat benar-benar mengontrol kestabilan dan keamanan politik. Di tahun 2017, IPP tumbuh 10% dibandingkan tahun 2016. Tahun 2018 ini Agoes memperkirakan perusahaannya tumbuh lebih tinggi, hingga 20%. “Pasalnya, proyek properti terbaru, 23 Paskal Shopping Center di Bandung telah selesai pembangunannya. Kami optimistis akan menikmati hasilnya di 2018,”ujarnya berharap.

 

Reportase: Sri Niken Handayani

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)