Arah BRI Menuju Bank Platform Transaksi

Ekonomi Indonesia saat ini termasuk 16 besar dunia, dan diprediksikan pada 2030 akan menjadi 7 besar dunia. Consuming class juga diperkirakan akan meningkat dari 45 juta menjadi 135 juta orang dengan 71% populasi dari kota-kota akan menyumbang 86% Gross Domestic Product, dan kebutuhan skilled workers meningkat sampai 113 juta.
Hal tersebut menjadi peluang yang terus dipantau dunia perbankan. Suprajarto, Direktur Utama Bank BRI, mengatakan, walaupun kondisi ekonomi belum stabil akibat pengaruh kenaikan kurs US$ terhadap Rupiah,  prediksi peningkatan tersebut bisa menjadi stimulus yang baik. "Besar peluang terutama di layanan konsumer dan pertanian,  pertambangan serta pendidikan," ujarnya dalam acara Halal Bihalal dengan Pemimpin Redaksi Media di Jakarta (6/7/2018).
Suprajarto menambahkan, di luar prediksi, Bank BRI sampai Triwulan II tahun 2018 mengalami kenaikan di segmen mikro dan menengah."Sampai Triwulan II 2018 ini lebih tepatnya disebut sebagai anomali, karena ternyata di segmen mikro dan menengah, kinera BRI bisa naik sampai 15%. Tadinya kami prediksi di bawah itu. Pengusaha masih banyak yang mengajukan permohonan kredit,  " ujarnya.
Sementara itu, pemerintah juga sedang mempersiapkan masuk ke industri 4.0. Terkait hal ini, Bank BRI menyoroti generasi milenial yang menjadi salah satu pelaku di industri tersebut. Baik milenial yang ada di dalam BRI sendiri maupun dari sisi konsumen. "Industri 4.0 sangat penting bagi bank, kami harus antisipasi ini. Mau tidak mau harus mengubah pola pikir lebih inovatif, kreatif, dan praktis. Untuk itu BNI sedang melakukan beberapa transformasi," tuturnya.
Bank BRI akan menerapkan pola digital, tidak lagi menerapkan pola-pola tradisional perbankan. Ia mengatakan ada 5 domain yang ditransfromasi digital yakni Customers, value, competition, Data, dan Innovation. "Kita harus berubah dari yang tadinya passive target menjadi customer network, dari defending ke adapting, dari top down ke experimentation. Kami juga harus melihat bahwa data adalah aset," ungkapnya.
Ia menjelaskan, Bank BRI sedang memperkuat ekosistem digital dengan mengintegrasi banking solution (e-channel, keagenan, open banking services, government dan corporat institutions, enterprise service, data analytic, dan fintech & ecommerce players) untuk mendukung menjadi bank as a platform. Hingga saat ini BRI telah bekerja sama dengan berbagai fintech dan ecommerce, serta institusi pemerintah, salah satunya adalah TNI, di mana BRI mengembangkan kartu keanggotaan TNI bisa digunakan sebagai e-wallet.
"Dalam waktu dekat ini kami akan fokus mengembangkan ini. Sampai pada target akhir kami adalah supaya apapun transaksi yang dilakukan, bank-nya adalah BRI. Sehingga ke depannya BRI tidak lagi bertumpu hanya dari suku bunga,  tetapi juga dari fee based income yang bisa menggeser interest income tersebut," ujar Suprajarto.
BRI juga akan terus meningkatkan kerja sama dengan BPD, karena tanpa dukungan  dari bank besar, mereka akan sulit untuk berkembang. "Karena mereka kalau bersaing dalam mengembangkan teknologi pasti tidak akan kuat maka kami mencoba membantu misalnya dalam e-money, dan pelatihan lainnya," kata Suprajarto.
Editor : Eva Martha Rahayu
www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!