Arogansi

Oleh: Hadi Satyagraha, Pengamat Manajemen dan Pemerhati Bisnis

Arogan Berbuah Rasuah.” Itulah judul tulisan di sebuah media sosial mengenai arogansi Richard Joost Lino (RJL) sang Direktur Utama Pelindo II. Tulisan tersebut mengulas dilaporkannya RJL kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) oleh Serikat Pekerja Pelindo II dalam dugaan kasus korupsi sehubungan dengan pembelian tiga unit quaycontainer crane (qcc) untuk pelabuhan Panjang, Palembang, dan Pontianak.

RJL ditengarai menyalah-gunakan jabatannya karena mengambil keputusan penunjukan langsung. Selain penyalah-gunaan jabatan, audit BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) menyebut proses pengadaan crane tersebut diduga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 82 miliar. Konon crane yang dibeli RJL dari sebuah perusahaan Tiongkok mubazir adanya karena tidak dapat digunakan.

Menghadapi tuduhan tersebut RJL malah ‘menantang’ dengan berujar ‘Mestinya saya justru dikasih bintang jadi pahlawan kok (karena keputusan saya).” (“Arogan Berbuah Rasuah”, merdeka.com, 5 Mei 2014, 08:26). 

Beberapa bulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka, RJL sempat mengumbar berbagai pernyataan yang oleh banyak pihak dinilai arogan. Saat kantornya digeledah oleh Kepala Bareskrim Komjen Budi Waseso, dalam percakapan tilpunnya dengan Menteri Bappenas Sofyan Djalil, RJL –yang merupakan protégé sang menteri tersebut – berujar ‘Kasih tahu presiden, kalau caranya begini saya berhenti saja besok.’ (“RJ Lino: Kasih Tahu Presiden….”, kompas.com, 28 Agustus 2015, 22:05). RJL juga sempat berkata “I make this company very rich.”  

Arogansi RJL mengesalkan banyak pihak. Netta S. Pane -Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW)- sampai mendesak Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) POLRI untuk menetapkan RJL sebagai tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan 10 unit mobilecrane . Pane menganggap RJL arogan karena membuat pernyataan di media massa bahwa dirinya dapat mencopot Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Waseso dari jabatannya sebagai Kabareskrim. (“IPW ‘Doakan’ RJ Lino Jadi Tersangka”, kriminalitas.com, 9 Nopember 2015, 17:53). RJL pun menjawab bahwa duia dengan senang hati menerima jika dicap arogan dan sombong. (“Dicap arogan, ini kata Rj Lino”, Kontan.co.id, Kamis, 15 Oktober 2015 08:55 WIB). Luar biasa!

Menjelang berakhirnya tahun 2015, RJL mendapat ‘kado’ Natal: ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Setelah melakukan penidikan setahun lebih, akhirnya KPK menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan RJL sebagai tersangka kasus pembelian crane tersebut. (“KPK Tetapkan RJLino Tersangka”, kompas.com, 18 Desember 2015, 19:20).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, sehari menjelang Maulud Nabi dan dua hari menjelang Natal, RJL kembali mendapat kado ‘Natal’ lagi:  dipecat dari jabatannya sebagai Dirut Pelindo II. (“RJ Lino Dipecat”, kompas.com, 23 Desember 2015, 18:38). Berakhirlah karir RJL di Pelindo II setelah ia menggelutinya sejak tahun 2009 sebagai Direktur Utama perusahaan pelabuhan tersebut.

RJL memang seorang ‘petarung’, fighter. Tidak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, ia pun mengajukan praperadilan untuk menggugat status tersangka yang ditimpakan kepadanya oleh KPK. Gugatan disampaikan pada tanggal 28 Desember 2015. Alasan RJL menggugat KPK adalah bahwa tidak ada kerugian negara dalam pengadaan qcc yang dibeli Pelindo II pada tahun 2010 tersebut. Namun demikian, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dengan hakim tunggal Udjiati menolak semua permintaan dan tuntutan RJL.  Segera setelah permohonan pra-peradilannya ditolak, pada tanggal 29 Januari 2016 KPK pun memanggil RJL sebagai tersangka. Namun, RJL tidak hadir dengan alasan terkena serangan jantung. (“Alasan Sakit, RJ Lino Mangkir Pemeriksaan KPK”, m.tempo.co.id, 29 Januari 2016, 10:47). RJ Lino, sang petarungpun ‘tersungkur’. Ia tidak menyangka bahwa dirinya yang telah membuat Pelindo II ‘very rich’ dan beranggapan mempunyai “godfather” sekelas Menko dan Wapres republic ini harus menjadi tersangka KPK.

Sungguh tragis ‘saga’ yang dijalani RJL. Arogansinya telah menghasilkan ‘buah-buah’ yang sungguh tidak enak. Bukan hanya ia dipecat sebagai CEO Pelind II yang tentu merupakan aib, disgrace, bukan hanya bagi dirinya tetapi tentu juga bagi keluarganya yang ikut menanggung malu akibat ulahnya, namun kini ia juga telah sah menjadi tersangka KPK. Mengingat track-record KPK dalam nenentukan tersangka, dapat dipastikan cepat atau lambat RJL akan menjadi penghuni hotel ‘prodeo’.

Sungguh benar apa yang dikatakan Emily Bronte, sang novelis berkebangsaan Inggris bahwa arogansi membawa kesedihan. Kesedihan itulah yang kini tengah dialami RJL seorang yang dianggap banyak sebagai CEO yang arogan.

Apakah Arogansi?

Sesungguhnya kita semua, sedikit banyak, kadang-kadang menjadi dan berperilaku sebagai orang-orang arogan. Namun arogansi tersebut tidak selalu dilakukan dan dilakukan dalam kadar dan dalam batas tertentu.

Definisi baku arogansi adalah memamerkan secara berlebihan kehebatan atau ketokohan diri, besar kepala, meremehkan atau merendahkan orang lain. Arogansi adalah perilaku atau kebiasaan dalam membuat ‘undueclaim in an overbearing manner’, membuat tuntutan berlebihan, bragging, dengan cara-cara yang memaksa. Persamaan kata arrogance adalah egotism, conceit, grandiosity, dan sef-importance.  

Dalam literatur Yunani ada konsep yang sama dengan konsep arogansi yaitu hubris. Hubris –excessive self regard- adalah keadaan di mana seseorang berpikir bahwa dirinya lebih tinggi dari orang-orang lain yang fana, mortal, tidak abadi. Dengan kata lain, seorang hubris menganggap dirinya tidak seperti orang-orang lain yang fana tetapi menganggap dirinya sendiri seperti dewa yang baka, yang kekal abadi seperti dikisahkan dalam legenda Yunani kuno.

Arogansi adalah salah satu bentuk ekspresi rasa bangga. Para akhli psikologi membedakan dua jenis kebanggaan (pride): kebanggaan otentik (authenticpride) dan kebanggaan hubris (hubrispride). Kebanggaan otentik adalah kebanggaan di mana seseorang merasa percaya diri dan produktif serta memiliki kepribadian sosial yang baik seperti menyenangkan (agreeable), bersungguh-sungguh (conscientious), dan memiliki emosi stabil. Kebanggaan hubris adalah kebanggaan yang mempunyai sifat sosial yang kurang baik.

Ada perbedaan yang amat tipis antara arrogance dan confidence, arogansi dan percaya diri. Seorang CEO –juga setiap pemimpin- haruslah mempunyai rasa percaya diri yang memadai. Pemimpin yang percaya dri mempunyai keyakinan mendalam akan kemampuannya untuk membuat perbedaan, dampak positif bagi organisasi yang dipimpinnya. Percaya diri merupakan ‘kompetensi’ penting yang harus dimiliki para CEO sebagai pimpinan puncak organisasi. Rasa percaya diri seorang pemimpin akan memotivasi dan menginspirasi semua orang dalam organisasi. Ini akan memampukan seorang pemimpin untuk mengambil berbagai risiko agar tetap inovatif dan juga mendorong para anggota organisasi untuk tetap maju. 

Orang-orang arogan banyak kita dijumpai di sekeliling kita. Mereka dapat kita jumpai di rumah, di sekolah, di tempat kerja, bahkan di tempat ibadah. Orang-orang arogan dapat kita jumpai dalam berbagai profesi dan lapisan masyarakat. Mulai dari usahawan (entrepreneur), pimpinan perusahaan (CEO) dan manajer, politisi, pimpinan Negara, kepala daerah, dosen, artis , sampai kepada rohaniwan (pendeta, ulama) sekalipun. Tidak ada satupun profesi dalam jagad kita ini yang imun dari ‘virus’ arogansi.

Beberpa ciri utama orang arogan adalah:

  1. Serba Tahu (AllKnowing). Orang arogan adalah orang yang merasa serba tahu dan paling tahu dalam semua hal. Karena satu atau beberapa kelebihan yang dimilikinya –kaya, pangkat tinggi, dll- maka ia merasa dirinya serba pintar dan serba tahu dalam segala hal. Orang-orang lain yang berbeda pendapat dengannya akan dianggap sebagai orang-orang yang bodoh. Seorang CEO arogan akan merendahkan dan menghina orang-orang yang tidak sependapat dengannya.
  2. Serba Bisa (Versatile). Orang-orang arogan selalu merasa dirinya serba bisa dalam semua hal dan paling bisa dibandingkan dengan semua orang lainnya dalam organisasi. Dalam setiap diskusi orang-orang arogan akan berusaha menunjukkan kebolehan dan kelebihan mereka dibandingkan orang-orang lainnya.
  3. Serba Benar. Karena merasaserba tahu dan serba benar, maka seorang yang arogan akan selalu merasa dirinya benar dan paling benar dalam segala hal.    
  4. Tidak Mau Belajar. Karena merasa serba tahu, maka seorang arogan mempunyai kecenderungan tidak mau belajar dan tidak mau berubah. Apalagi belajar dari orang lain yang tidak se-level dengannya. Dalam konteks organisasi, maka seorang atasan yang arogan tidak mau belajar dari bawahannya atau koleganya sekalipun. Belajar dari orang lain, merupakan hal aib baginya, karena dengan demikian ia merasa dirinya lebih rendah dari orang tersebut. 

Walaupun mungkin saja ia mempunyai IQ (intelligencequotient)  yang tinggi, seperti kita ketahui IQ saja –walaupun penting-  tidaklah cukup untuk membuat seseorang berhasil dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam memimpin organisasi. Diperlukan juga EQ (emotionalquotient) yang menurut penelitian malah merupakan hal yang dua kali lebih penting daripada IQ. Untuk sukses memimpin organisasi diperlukan kemampuan untuk mengelola hubungan dengan banyak orang yang merupakan pemangku kepentingan (stakeholder). 

  • Meremehkan Orang Lain.

Karena merasa dirinya mempunyai kelebihan –serba tahu, serba bisa, dan serba benar-, orang yang arogan cenderung meremehkan dan merendahkan orang-orang lain. 

  • Menolak Pendapat Beda. Orang-orang arogan tidak akan menerima pendapat, pandangan, bahkan data yang berbeda dengan pendapatnya walaupun jelas-jelas data terebut merupakan realitas yeng sesungguhnya. Semua yang berbeda dengan yang diyakininya akan ditolak. Direktur Keuangan Pelindo II yang tidak menyetujui pembayaran kepada vendor karena proses lelang yang dianggapnya cacat, dipecat oleh RJ Lino.
  • Menyombongkan Diri (Bragging). Menurut Cambridge English Dictionary, brag adalah ‘to speak too proudly about what you have done or what you own’. Dalam beberapa kesempatan, RJ Lino melakukan bragging mengenai dirinya maupun mengenai keluarganya. Saat kantornya digeledah oleh Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso, RJ Lino -sang protégé Sofjan Djalil-, berkata kepada sang ‘god-father”:
                  ‘Come on Pak. I make this company so rich…
    Bapak tolong kasih tahu kepada  
                  presiden deh…kalau caranya seperti ini, saya berhenti.’ (Kompasiana, 30/8/2015,
                  16:52:08)
    Menurut Asep Ramadhan, memang asset Pelindo II yang dikomandani RJ Lino mengalami kenaikan luar biasa. Tetapi hampir seluruh kenaikan itu karena kenaikan hutang RJ Lino. Mahasiswa MBA semester satu aja tahu bahwa kalau hutang naik, maka supaya balance, asset juga naik sejalan kenaikan hutang. Kenaikan asset Pelindo bukan semata-mata karena kepiawaian RJ Lino. RJ Lino jelas telah membual, bragging.
    Bualan RJ Lino lainnya dilakukannya saat berbicara mengenai bisnis anak dan mantunya dengan keluarga Jusuf Kalla -saat itu Wakil Presiden RI-, RJ Lino memberitahukan awak media:
                   ‘Mertua saya itu, kalian bisa cek di website, mertua saya namanya Effendi
                  Nurwali. Itu orang Dayak Sewarawak yang the richest guy in Malaysia.’
                  (Republika.co.id, 16/9/15, 17:10)

Penulis penasaran dengan ‘tantangan’ RJ Lino. Lewat searchengine Google, tidak ada nama Effendi Nurwali dalam ’50 Orang Terkaya Malaysia’ versi majalah bergengsi Forbes. Arti kata the richest adalah paling kaya, nomor wahid dalam harta. Menurut Forbes dan Intelligent Money Malaysia, the richest guy,  orang terkaya di Malaysia bukanlah Effendi Nurwali sang mertua RJL, melainkan Tan Sri Robert Kwok, sang taipan yang bergerak dalam industri kelapa sawit, pelayaran, dan properti. Penulis tidak tahu apakah pengertian the richest penulis dan RJ Lino sama. Mungkin saja Effendi Nurwali merupakan orang terkaya dalam keluarga besar Nurwali atau Lino atau bahkan di kampung halammnya. Tetapi yang jelas Effendi Nurwali sang mertua ga masuk hitungan 50 orang terkaya Malaysia. Jelas RJ Lino telah membual secara kebangetan alias bragging tentang kekayaan sang mertua. Penulis ga jelas website mana yang dimaksud RJL mengenai sang mertua yang menjadi the richest guy in Malaysia.

  • Menyalahkan Orang Lain. Mind-set dan perilaku orang arogan yang amat buruk adalah kebiasaan mereka untuk selalu menyalahkan orang lain. Karena merasa dirinya selalu benar, maka saat ada sesuatu kesalahan, maka seorang yang arogan menganggap kesalahan disebabkan orang lain dan bukan oleh dirinya.

Asal-muasal Arogansi

Arogansi berkembang dari berbagai sumber: harta, intelektualitas, gelar akademik, trah, jabatan pekerjaan, bahkan penampilan fisik (cantik, atletis). Arogansi juga bisa timbul karena ilusi seseorang. Seringkali seseorang yang memang mempunyai kelebihan dalam sebuah aspek kehidupan seperti kaya-raya atau posisi tinggi dan lain sebagainya, lalu karena kelebihan dalam hal tersebut, ia menganggap dirinya lebih dalam semua hal dibandingkan orang-orang lainnya. Padahal orang yang kaya, belum tentu punya intelektualitas tinggi. Seorang yang kebetulan akhli waris sebuah organisasi belum tentu lebih kompeten dalam pekerjaan dibandingkan orang-orang lain dalam organisasi yang diwarisinya. Seorang pengusaha yang sukses membangun kerajaan bisnisnya bisa menjadi orang yang arogan yang merasa serba lebih tahu dalam segala hal dari semua orang lainnya. Padahal jelas sekali entrepreneurship dan manajemen adalah dua hal yang amat berbeda.

Para akhli psikologi menyimpulkan bahwa sikap dan perilaku arogan merupakan mekanisme defensif (defensivemechanism) untuk menutupi berbagai kekurangan seseorang. Orang-orang arogan, pengusaha arogan, CEO arogan, dan berbagai orang arogan lainnya adalah mereka yang tidak ingin menerima dan mengakui berbagai kekurangan mereka. Bahkan dengan berbagai cara mereka  selalu berusaha menutup-nutupi hal tersebut. 

 Arogansi dapat ditafsirkan sebagai sebagai cluster, kelompok perilaku yang mengkomunikasikan superioritas  dan derajat seseorang dibandingkan orang-orang lainnya. Perilaku tersebut antara lain adalah tidak menghargai orang lain dan pendapat mereka, merasa lebih tahu dari orang-orang lainnya, tidak mau mengakui kesalahan dan sebaliknya mengkambing-hitamkan orang lain atas kesalahan yang diperbuatnya.

Orang arogan adalah orang yang tidak bisa menerima kenyataan bila itu berbeda dengan pandangannya. Ada seorang CEO yang memimpin sebuah unit usaha dalam industri jasa. Penjualan unit usaha yang dipimpinnya lumayan baik dan memuaskan para pemegang saham usaha tersebut. Namun saat para pemegang saham mendapat data mengenai industri jasa tersebut ternyata harga jual unit usaha tersebut jauh di bawah rata-rata harga usaha sejenis dalam segmen, strategicgroup, competitiveset yang sama . Sang CEO pun mencak-mencak tidak mau menerima kenyataan tersebut. Ia berkilah bahwa harga jual unit usaha yang dipimpinnya tidak bisa dibandingkan dengan harga rata-rata industrinya. Masih banyak variable lain yang harus diperhitungkan. Ia tidak bisa dan tidak mau menerima kenyataan bahwa penjualan yang bagus ternyata disebabkan karena harga jual yang terlalu murah, beberapa puluh persen di bawah rata-rata industri, bahkan hampir separuh harga pesaing dengan harga tertingi! Tentu saja perusahaan tersebut tidak mencapai tingkat laba optimum. Apalagi ternyata, menurut kajian, dalam industri tersebut priceelasticity of demand nya jauh di bawah 1, yaitu dalam kisaran 0.2-0.6 saja. Artinya, bila harga naik 10%, maka permintaan (penjualan) akan turun masimal 6% saja. Artinya, akan ada pertambahan nilai penjualan antara 4% sampai 8%! Itulah kehilangan pendapatan akibat arogansi sang CEO tersebut yang tidak mau menerima kenyataan.                          

Mengapa Arogansi Fatal?    

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)