Artemis Impact Sasar Pengelolaan Gerakan CSR Organisasi dan Perusahaan

COO Artemis Impact, Simon Oberman

Setelah sukses memperkenalkan Artemis 1.0, Artemis Impact berencana untuk berkembang ke tingkat yang lebih lanjut, menawarkan rangkaian layanan tambahan bagi organisasi dan korporasi, yaitu layanan outcome-based funding sebagai sarana untuk para pendonor mendapatkan informasi mengenai gerakan-gerakan sosial di Asia Tenggara dan layanan advisory services yang ditujukan untuk korporasi dalam mendukung implementasi program CSR mereka.

COO Artemis Impact, Simon Oberman, mengatakan pihaknya telah melakukan riset mendalam selama hampir tiga tahun dan hasilnya menyimpulkans tentang impact measurement atau pengukuran dampak suatu gerakan sosial menjadi semakin penting dan relevan.

“Pendonor menginginkan adanya hasil gerakan sosial yang didukungnya dengan data dan transparansi. Begitu halnya organisasi dan korporasi. Kami sadar bahwa di Asia Tenggara, kesadaran akan hal ini masih rendah dan sarana manajemen serupa seperti kami yang sudah tingkat global pun kurang cocok untuk digunakan oleh pengguna lokal”, kata Simon

Sejak diberlakukannya kebijakan PSBB, Artemis Impact bekerja sama dengan beberapa organisasi lainnya menginisiasi gerakan Peduli Pangan. Gerakan ini untuk mendukung rantai suplai penyediaan makanan di Indonesia. Kegiatannya meliputi proses kerja sama suplai bahan baku dengan para petani dan koperasi, khususnya yang terkena dampak langsung akibat pandemi, pendistribusian dan pengolahan bahan baku tersebut oleh relawan yang ada di Jakarta, dan pembagian makanan hasil jadi tersebut kepada masyarakat.

Simon melanjutkan, gerakan tersebut merupakan komitmen untuk mendukung para petani dan relawan yang terlibat, serta menjaga keamanan stok makanan dengan melakukan peningkatan distribusi makanan sampai dengan 12.000 per hari dimulai pada Agustus hingga November.

Sejak diluncurkannya Artemis 1.0, perseroan semakin memahami lebih dalam masalah yang ada di lapangan dan apa yang menjadi kebutuhan pengguna lebih dalam dan berencana untuk meluncurkan Artemis 2.0 pada akhir tahun 2020 dengan menggunakan kerangka theory-of-change dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

"Kami berkomitmen untuk melakukan riset agar organisasi-organisasi yang ada dapat menjadi lebih impactful dan Indonesia dapat menjadi pionir dalam konteks transparansi dan diikuti oleh negara-negara lain di Asia Tenggara”, tambah Simon.

Artemis Impact adalah platform yang memberdayakan organisasi sosial atau perusahaan untuk membangun value-driven future. Platform ini membantu mengidentifikasi, mengukur, dan melacak waktu kegiatan kerelawanan yang dilakukan oleh organisasi dalam kegiatan yang berorientasi pada dampak sosial, dan mengetahui apakah hasil atau dampak yang mereka ciptakan sesuai dengan upaya yang mereka kontribusikan.

Berbasis di Jakarta, Artemis Impact bekerja sama untuk melakukan testing bersama dengan organisasi seperti The Body Shop, General Electric, Universitas Atma Jaya, Teras Cerdas, dan Isbanban selama satu tahun terakhir ini.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)