Asetku Telah Salurkan Dana Rp4,2 Triliun Hingga November 2019

Untuk memenuhi kebutuhan pengguna, PT Pintar Inovasi Digital melalui patform Asetku terus meningkatkan pelayanannya kepada pengguna aplikasi. Platform P2P lending yang telah diawasi OJK ini menyediakan produk pendanaan dengan jangka waktu lebih lama.

Andrisyah Tauladan, Direktur Asetku, mengatakan, sebelumnya jangka waktu peminjaman cenderung singkat. Namun untuk mengikuti permintaan masyarakat, kini Asetku menyediakan produk dengan tenor lebih lama yaitu 2 bulan dan 3 bulan.

Dengan adanya jangka waktu lebih panjang, pemberi pinjaman yang ingin mengembangkan dana menganggur dengan cara meminjamkan pada peminjam akan mendapatkan return rate pada pendanaan berjangka waktu 2 bulan sebesar 20% p.a dan 21% p.a untuk pendanaan berjangka waktu 3 bulan. Bahkan return rate bisa lebih tinggi menjadi 22% jika pengguna punya kupon tambahan interest 1% yang bisa di dapatkan pengguna dengan cara mengajak teman pendanaan di Asetku.

Asetku juga telah berhasil menyalurkan dana sebesar Rp4,2 triliun hingga awal November 2019. Penyaluran dana kepada lebih dari 2 juta peminjam ini telah terseleksi melalui kerja sama dengan marketplace seperti Akulaku dan Bukalapak.

“Kami melihat perkembangan penyaluran dana tiap bulan dari pemberi pinjaman Asetku kepada peminjam cukup memuaskan. Akhir tahun 2018, dana yang tersalurkan di bulan Desember sekitar Rp65 milliar, pada April 2019 sekitar Rp185 milliar, Agustus 2019 sekitar Rp700 milliar hingga Oktober 2019 mencapai Rp850 milliar,” tambah Andriansyah.

Di akhir Q4/2019, Asetku menargetkan bisa menyalurkan total akumulasi dana sebesar Rp5 trilliun lebih jika melihat total pendanaan hingga bulan ini.

Komitmen Asetku dalam mewujudkan misi inklusi keuangan terwujud dalam keikutsertaannya dalam “Indonesia Fintech Show 2019” yang berlangsung selama tiga hari mulai 6-8 November 2019 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center. Menurut Andriansyah, peluang bisnis jumlah peminjam individu terutama untuk cash loan sangat potensial. Untuk itu, Asetku menjadikan kerja sama dengan berbagai marketplace sebagai bisnis model.

“Kolaborasi antara bank & e-commerce dengan fintech P2P lending memang diperlukan untuk perkembangan bisnis,” ia menyimpulkan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)