Asosiasi Branding Indonesia Dibentuk Untuk Pengembangan Ekosistem

Industri penguatan merek (branding) – yang tidak hanya dilihat dari sudut pandang pemilik merek, tapi juga konsultan merek -- sedang berkembang pesat baru-baru ini.

Fenomena ini menciptakan kebutuhan adanya sebuah asosiasi yang dapat mengakomodir berbagai keperluan berbagi informasi dan aktualisasi informasi di dunia penguatan merek. Sebuah asosiasi yang dapat menjadi wadah untuk menjalin hubungan yang baik antara para pemilik merek, pengguna merek, praktisi, akademisi, peminat tema seputar merek dan pihak pemerintah. Sebuah asosiasi yang dapat memainkan peran penting dalam pengembangan yang sehat dan penumbuhan ekosistem merek di Indonesia.

Menyambut perkembangan tersebut, dibentuklah Asosiasi Branding Indonesia atau Indonesia Branding Association (IBA) yang diresmikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding/MoU (persetujuan bersama) Indonesia Branding Association di Universitas Prasetiya Mulya, Kampus BSD, Serpong.

Menurut Agus W. Soehadi, Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya, sejak tahun 2007 Program Studi S1 Branding Universitas Prasetiya Mulya menginisiasi pendirian awal asosiasi ini. “Sebagai institusi pendidikan, Prasetiya Mulya bermaksud melanjutkan diseminasi informasi terkait riset dan pengetahuan tentang branding,” ujarnya.

IBA diharapkan menjadi wadah yang dapat menjawab berbagai kebutuhan industri branding. Juga menjadi sumber berbagai talenta, informasi, ajang berbagi ilmu pengetahuan bagi seluruh anggota, yang pada gilirannya dapat mengembangkan ekosistem industri branding pada umumnya.

Agus mengajak para konsultan merek, praktisi branding di perusahaan, untuk bersama-sama para akademisi ke depannya meningkatkan dan menguatkan penciptaan merek-merek berpengaruh di Indonesia.

Menurut Agus, inisiasi IBA ini cukup mendapat respons positif pihak-pihak praktisi branding di perusahaan. “Kami akan bersama para praktisi branding di perusahaan-perusahaan untuk men-develop brand-brand yang lebih bernilai sesuai dengan zamannya, mengingat lanskap bisnis berubah di mana-mana,” kata Agus.

Dengan era digitalisasi ini misalnya. Prasetiya Mulya ingin menjajaki misalnya seberapa valuasi branding saat ini di perusahaan Anda. Lalu ke depannya bisa juga menyelenggarakan sertifikasi-sertifikasi terkait branding yang dibuat dari kerja sama antara profesional branding di universitas dan praktisi di perusahaan.

Dari sisi universitas, menurutnya, asosiasi IBA ini juga memberi manfaat, karena pihak akademisi menjadi tahu kebutuhan-kebutuhan profesional branding bagi perusahaan-perusahaan masa depan.

Menurut Fredy Utama, Manajer Prodi S1 Branding Universitas Prasetiya Mulya, IBA ingin memberikan kontribusi yang berarti ke pertumbuhan ekonomi dan sumber daya manusia Indonesia melalui aktivitas-aktivitas berplatform branding yang akan terjadi melalui interaksi masing-masing anggotanya.

Dalam perencanaan jangka panjang ke depan, lanjut Fredy, IBA ingin berpartisipasi dalam menjadikan Indonesia negara dengan ekonomi berbasis merek terbesar di Asia Tenggara. “Untuk mewujudkan visi itu, anggota asosiasi diharapkan berperan aktif dalam pendidikan dan promosi yang terkait dengan industri branding. Mengingat masih sedikitnya jumlah ahli dalam dunia branding di Indonesia, IBA semakin yakin fokus pada pengembangan sumber daya manusia di industri ini sangat potensial”, tambah Fredy.

Visi IBA adalah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan sumber daya manusia di Indonesia melalui aktivitas-aktivitas penguatan merek, meningkatkan akses pengetahuan tentang merek kepada semua peminat merek di Indonesia, dan mewujudkan Indonesia menjadi basis pengembangan pengetahuan tentang branding di Asia Tenggara.

MoU ditandatangani oleh Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya yang diwakili Dekan Agus W. Soehadi bersama sejumlah perwakilan praktisi branding dan pelaku perusahaan yang berhubungan dengan branding, antara lain Daniel Surya (Chairman, CEO - WIR Group & Slingshot Group), Iman Camil (President Director - Unistellar VC), Ricky Afrianto (Global Marketing Director - Mayora Group), Samir Dixit (Managing Director – Brand Finance Asia Pacific), Sarita Sutedja (Founder, Head of Promotion – Cita Rasa Prima Group), dan Sutan Banuara (Director - Brand Finance Indonesia).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)