Astra Agro Lestari Rambah Bisnis Peternakan Sapi

 

PT Astra Agro Lestari Tbk. mulai tahun ini sedang mengembangkan lini bisnis baru yaitu peternakan sapi di Kalimantan Tengah. Per September 2017, emiten berkode AALI ini telah mengimpor 7.000 ekor sapi dari Australia.

Santosa, Presiden Direktur AALI, mengatakan, pihaknya mengucurkan dana Rp 100 miliar untuk investasi peternakan sapi. Program ini digagas dengan integrasi lahan sawit seluas 7.405 hektare (ha) “Peternakan sapi ini masih tahap pre-operating, merupakan investasi jangka panjang, ini tahun pertama kami, sesuatu yang baru, kolaborasi sawit dan sapi. Investasinya sekitar Rp 100 miliar,” ujar Santosa.

Ia melanjutkan, perusahaan mengerjakan dua hal yakni  penggemukan (fattening) dan pengembangbiakkan (breeding). Rinciannya, sebanyak 3.370 ekor dikembangbiakkan, dan 4414 ekor untuk digemukkan.

“Ada dua yang dikerjakan, pertama adalah penggemukan, kami impor sapi dari Australia lalu digemukkan sekitar 100 hari baru dijual ke pasar. Harga beli sekitar US$ 32 per kilo. Di sini digemukkan, hitungan pertambahannya sekitar 1,2 kg per hari Kedua, adalah breeding,” jelasnya.

Santosa menjelaskan, perseroan melepas sapi ke pasaran terutama di Pulau Jawa dengan harga jual Rp 20-25 juta per ekor. “Untuk yang penggemukan pun kami jualnya di pasar tradisional dulu. Di 2018 rencananya akan kembali mengimpor sekitar 4.000 ekor,” tambahnya.

Ke depannya, bisnis jangka panjang ini diharapkan bisa membantu program kedaulatan pangan pemerintah terutama di komoditas daging. “Ke depannya kami ingin menjadi salah satu breeding sapi terbaik di Indonesia. Kami akan memikirkan bagaimana menciptakan sapi-sapi berkualitas, Kami berharap bisa menjadi salah satu upstream player di bidang itu, karena investasinya cukup besar,” ujar Santosa.

AALI sendiri sampai Kuartal III tahun ini membukukan laba bersih sebesar Rp 1,406 triliun. Naik 22% dari tahun lalu sebesar Rp 1,145 triliun. Sementara sisi operating income naik 53%, dari tahun lalu sebesar Rp 1,35 triliun menjadi Rp 2,07 triliun di tahun ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)