Asuransi Perlindungan Cuaca Khusus untuk Petani Kopi

Asuransi Parametrik Syariah adalah jenis asuransi perlindungan cuaca pertama bagi petani kopi

PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) memperkenalkan Asuransi Parametrik Indeks Cuaca Syariah. Asuransi ini memberikan perlindungan melalui penggantian kerugian yang dialami oleh petani kopi akibat faktor cuaca dan perubahan iklim, seperti kekeringan atau tingkat curah hujan tinggi yang dapat merugikan petani akibat gagal panen atau penurunan hasil produksi.

Manfaat pertanggungan akan diberikan apabila parameter yang telah ditentukan (seperti curah hujan, suhu, kecepatan angin, dan gempa) menunjukkan indikasi telah terjadinya risiko yang merugikan. Pembayaran manfaat klaimnya pun dilakukan secara otomatis berdasarkan data cuaca aktual, dan tidak memerlukan pengajuan klaim asuransi sebelumnya.

Presiden Direktur Zurich Syariah Hilman Simanjuntak mengatakan, Asuransi Parametrik Syariah adalah jenis asuransi perlindungan cuaca pertama bagi petani kopi yang hadir di Indonesia dan dikelola dengan prinsip syariah. Sebagai langkah awal, Zurich Syariah melindungi lebih dari 1.500 petani kopi di Aceh sebagai salah satu wilayah produsen kopi terbesar di Tanah Air.

“Cuaca ekstrim dapat menimbulkan kerugian finansial bagi petani. Asuransi ini akan membantu petani kopi di Aceh mengelola risiko melalui pertanggungan asuransi yang dibuat khusus untuk kondisi curah hujan tinggi, atau kondisi kekeringan selama tahap perkembangan tanaman kopi saat tanaman paling rentan terhadap guncangan cuaca," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, asuransi parametrik ini dibangun dengan melibatkan Blue Marble Microinsurance yang telah memiliki pengalaman mengembangkan produk asuransi parametrik di berbagai negara, khususnya untuk asuransi parametrik tanaman kopi.

"Kolaborasi ini dirancang untuk menghadirkan perlindungan yang tepat guna dan tepat sasaran, dengan berbasis prinsip syariah. Manfaat yang ditawarkan kepada petani telah melalui perhitungan yang mendalam akan berbagai kemungkinan risiko cuaca dan kebutuhan proteksinya,” imbuh Hilman.

Data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia. Kontribusinya terhadap ekonomi negara juga tergolong besar, dimana di tahun 2021 tercatat industri kopi memberdayakan 1,86 juta kepala keluarga petani dan menyumbang prosentase terhadap PDB perkebunan sebesar 16,15%.

Namun, banyak petani kopi masih menghadapi risiko cuaca yang dapat merusak hasil panen tanaman kopi mereka. Adanya asuransi ini diharapkan mampu mengatasi kerentanan finansial melalui penyediaan perlindungan asuransi yang terjangkau terhadap kondisi cuaca ekstrem, serta terbukanya akses asuransi yang lebih inklusif bagi jutaan petani kopi di Indonesia.

Chief Sales and Distribution Officer Zurich Syariah Auralusia Rimadiana menambahkan, inovasi ini merupakan upaya Zurich dalam membuka akses lebih besar bagi masyarakat yang belum mendapatkan perlindungan dari risiko, dalam hal ini para petani kopi. Biaya premi juga dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan petani, serta dikelola dengan prinsip syariah yang bertujuan untuk kebersamaan dan saling tolong-menolong.

Ia pun berharap Asuransi Parametrik Syariah dapat membantu memberikan rasa aman bagi para petani kopi atas risiko perubahan cuaca ekstrim. "Kami berharap dapat turut serta membantu kesejahteraan petani dalam memitigasi risiko,” katanya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)