Asuransi Semakin Diminati Pasca Pandemi Covid-19

Tingkat kesadaran berasuransi di Indonesia selama ini berlangsung lambat. Latar belakangnya karena asuransi dianggap bukan kebutuhan yang mendesak. Selain itu, masyarakat masih menganggap asuransi sebagai biaya bukan masa depan.

Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan OJK pada tahun 2019 menunjukkan inklusi asuransi saat ini baru mencapai 6,18\%. Angka ini masih jauh di bawah perbankan yang mencapai 74\%.

Di sisi lain, krisis kesehatan dan ekonomi yang disebabkan oleh virus Corona semakin menyadarkan masyarakat pentingnya memiliki asuransi kesehatan. Hal ini beralasan mengingat risiko hidup dan kesehatan yang tinggi menciptakan kebutuhan akan proteksi asuransi, khususnya jiwa dan kesehatan, yang lebih besar.

Survei yang dilakukan Inventure ke konsumen Indonesia selama Agustus-September mengungkapkan, 78,7\% dari 629 responden berpendapat bahwa pandemi membuat masyarakat lebih sadar akan pentingnya memiliki asuransi jiwa dan kesahatan.

"Tingkat penetrasi asuransi di Indonesia baru sekitar 5-6\%. Dengan adanya pandemi, kini asuransi menjadi kebutuhan dasar," kata Yuswohady, Managing Partner Inventure dalam webinar "Indonesia Industry Outlook 2021 : Market Megashift Post Covid-19", Selasa (27/10/2020).

Tren ini memberikan kesempatan bagi industri asuransi untuk memanfaatkan momentum dengan mengedukasi masyarakat sebanyak-banyaknya tentang pentingnya berinvestasi dalam hal proteksi diri yaitu asuransi.

"Musibah pandemi menjadi blessing in disguise bagi kalangan industri asuransi karena justru membangun urgensi masyarakat untuk menggunakan jasa asuransi untuk melindungi diri dan keluarga," tambah dia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)