ASUS ROG, Sukses Branding lewat Kolaborasi

Terpilih sebagai The Best Brand Champion for Marketing Communications Collaboration dalam ajang Indonesia Brand Forum (IBF) 2022, ASUS ROG (Republic of Gamers) raih sukses branding berkat program kolaborasinya dengan komunitas gamers.

Gamer sedang bermain game dengan menggunakan ASUS ROG (Republic of Gamers). (sumber foto: channel.asus.com)

Dalam ajang IBF Conference 2022 yang berlangsung 20 September 2022, dewan Juri yang terdiri dari para pakar branding nasional menilai program kolaborasi ASUS ROG dengan para gamers telah menampilkan apa yang disebut kerjasama antara brand dengan komunitas, khususnya dalam marketing collaboration.

“Kami menilai ASUS ROG sukses menggalang kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi pemasaran dengan komunitas para gamer yang bersifat win-win. Para gamers bisa mendapat experience saat merasakan hasil pengembangan dan inovasi ASUS ROG lewat tes-tes produk yang dilakukan, sementara pihak ASUS ROG sendiri menerima input dari para gamers, juga streamers dan content creators, untuk menyempurnakan lebih lanjut teknologi yang mereka kembangkan. Kolaborasi ini juga turut menguatkan ekosistem game industry di Tanah Air,” papar Yuswohady, Program Director IBF. Program kolaborasi ASUS ROG dengan komunitas gamers itu sendiri menjadi salah satu pemenang dari 13 pemenang IBF Awarding 2022 lainnya yang telah diseleksi dan dikurasi secara ketat.

Komputer ASUS ROG (sumber foto: https://channel.asus.com)

ASUS ROG (Republic of Gamers) adalah adalah lini produk ASUS yang berfokus pada hardware untuk gaming profesional. Merunut ke belakang, ASUS ROG dibuat pada tahun 2006 dengan tujuan menghasilkan PC gaming tercanggih untuk para gamers, terutama kalangan game enthusiast. Di tahun-tahun itu, ASUS, perusahaan dari Taiwan itu ingin bisa mencicipi industri gaming dunia yang begitu dikuasai game console (PlayStation, dll). Dengan menghadirkan PC atau laptop gaming yang kuat, ASUS berharap volume bisnisnya turut membesar, memperkuat lini produk sebelumnya (kelas bisnis) yang diarahkan untuk meningkatan produktivitas (kerja atau belajar). Sejak awal, pilihan nama Republic of Gamers (ROG) menunjukkan brand positioning lini produk ini memang sangat kuat: menyasar para game enthusiast.

Yang menarik, strategi branding dan marketing yang dipilih ASUS untuk membawa produk barunya ini segera mendominasi pasar, adalah menjalin kolaborasi dengan ekosistem yang selama ini menjadi elemen utama industri gaming di dunia: para pemain, alias gamer serta para overclocker, mereka yang senang mengetes kemampuan hardware komputer atau laptop hingga batas yang gila-gilaan.

Itulah sebabnya tak lama setelah peluncurannya, ASUS ROG begitu aktif menggandeng mereka (gamer dan overclocker). Mereka rajin membuat kompetisi game, juga mensponsori tim, komunitas, dan individu yang turut serta dalam ajang kompetisi game. Termasuk membuat acara-acara keakraban dengan komunitas gamers.

Tak terhitung berapa banyak dana yang telah dikucurkan ASUS untuk mendongkrak popularitas lini ROG-nya dengan cara seperti itu (sponsor, dsb). Namun pastinya, dari tahun ke tahun, ASUS ROG semakin mendapat tempat di peta industri game dunia, khususnya pasar PC gaming.

Lebih dari itu, para game enthusiast, yang kadang disebut juga hardcore gamer, serta para overclocker rajin memberikan feedback terhadap teknologi yang dikandung ASUS ROG untuk penyempurnaan lebih lanjut. Maka terciptalah apa yang disebut sebagai idea crowd sourcing: produsen mendapatkan ide-ide pengembangan produk dari kerumunan penggunanya (user).

Hasilnya, perlahan namun meyakinkan, ASUS ROG mendominasi pasar PC gaming, tak terkecuali di Indonesia. Di negeri ini, ASUS mendominasi pasar laptop gaming dengan market share sebesar 48,7% pada Desember 2021. ASUS bahkan sempat menciptakan rekor penguasaan pasar pada September 2021 hingga sebesar 59,7%. Untuk PC gaming, ASUS mengungguli para pesaingnya seperti Lenovo, MSI, Acer, serta HP. Tak bisa dipungkiri, Asus ROG menjadi kunci dominasi ini.

Selain itu, kegiatan bersama  komunitas gamers serta overclocker  juga terjalin dengan baik. Pun, dengan aktivitas mensponsori para gamers yang berkompetisi, baik di level nasional, regional dan dunia juga dilakukan.

Yang terbaru,  pada 13 September 2022 lalu  ASUS ROG bersama NVIDIA menggelar acara ROG Gaming Zone with GeForce RTX™ 30 Series yaitu eksibisi produk laptop gaming terbaru dari ASUS ROG yang ditenagai kartu grafis canggih NVIDIA® GeForce RTX™ 30 Series dengan tema “Faster in Class. Faster to Play.”. Acara yang digelar di Atrium Mall Kelapa Gading 2 dari tanggal 13 hingga 19 September 2022 tersebut menghadirkan jajaran laptop gaming mulai dari laptop gaming paling powerful di dunia yaitu ROG Strix SCAR 17 SE, laptop gaming convertible 16-inci satu-satunya di dunia yaitu ROG Flow X16, dan laptop gaming ringkas paling terjangkau yaitu ASUS TUF Dash F15. Gamers juga dapat menyaksikan secara langsung berbagai teknologi grafis terbaru di acara ini, seperti demonstrasi teknologi Ray Tracing dan NVIDIA DLSS 2.0 pada game AAA terkini yaitu Marvel’s Spider-Man Remastered, F1 2022, serta Dying Light 2.

Di acara tersebut, gamers tidak hanya dapat mencoba serta membeli langsung laptop gaming terbaru yang ditenagai kartu grafis NVIDIA® GeForce RTX™ 30 Series. Berbagai aktivitas menarik serta games seru juga hadir dengan hadiah utama laptop ASUS TUF Dash F15. Gamers juga dapat mendaftarkan diri untuk bergabung ke dalam ROG Community, yaitu komunitas gaming terbesar di Indonesia. Gamers yang melakukan pendaftaran di tempat berkesempatan mendapatkan gaming gear ROG.

ASUS mengakui,  banyak keuntungan yang didapat lewat kolaborasi ini. Mereka bukan hanya makin dekat dengan loyal customer-nya – yang tentunya bisa menjadi kanal penjualan –, tetapi juga membangun level engagement yang tinggi. Pun, menggalang feedback untuk penyempurnaan produk. Terutama dari para overclocker yang memang senang menguji hardware hingga batas yang tak terkira pengguna PC biasa.

Sementara bagi komunitas itu sendiri mereka juga senang lantaran mendapat update teknologi berikut inovasi terbaru dari ASUS ROG, termasuk menjajal langsung teknologi-teknologi tersebut berikut trik-trik mutakhirnya. Bagi para game enthusiast, kemanjaan-kemanjaan yang diberikan semacam ini adalah sesuatu yang sangat bernilai. Sebuah customer experience yang mahal. Adapun harga produk ASUS ROG yang berlipat-lipat dibanding laptop atau notebook biasa, bukanlah persoalan bagi para game enthusiast dan overclocker karena memang spesifikasi ASUS ROG lebih tinggi dari PC biasa.

Bagi ASUS, upaya branding dan marketing diharapkan selain agar  ASUS ROG semakin berkembang agar cocok untuk semua kalangan, juga kolaborasi yang dilakukan  akan terus berkembang luas  tidak hanya dengan kalangan game enthusiast dan overclocker, tapi juga beragam kalangan. Lini produk ini masuk ke beragam ekosistem dengan pendekatan pop culture agar semakin bisa diterima semua kalangan mengingat spesifikasinya yang bisa digunakan siapa pun, bukan hanya penggila game atau overclocking. 

Desember 2021, misalnya, ASUS ROG mengumumkan kolaborasi dengan Sony Pictures pada film superhero terbaru, SpiderMan: No Way Home. Kolaborasi ini menegaskan ROG bukan a sekadar brand gaming, tetapi juga sangat dekat dengan pop culture. ROG berupaya mem-branding produknya tidak hanya dirancang untuk gamer, tetapi juga kawula muda yang tertarik dengan teknologi, sains, serta pop culture seperti halnya Peter Parker dalam film SpiderMan: No Way Home.

Sejalan dengan tema Spider-Man: No Way Home, ASUS juga memperkenalkan ROG Strix G35 sebagai gaming desktop PC yang mengusung desain futuristik. Pada bagian depan dan atas case-nya menggunakan desain windshear yang tidak hanya membuat ROG Strix G35 lebih menarik, tetapi juga memiliki fungsi teknis tersendiri. Fungsi desain windshear ini adalah sebagai ventilasi udara yang berperan penting dalam sistem pendinginan.

Sejak Juni 2018, ASUS juga merambah ke ponsel gaming ASUS Phone ROG. Masuknya ASUS ROG ke ponsel gaming sendiri merupakan langkah tepat. Pasalnya, nilai mobile gaming terus melesat dari tahun ke tahun. Untuk 2022, nilainya ditaksir akan melewati US$136 miliar, tumbuh 1,7 kali lebih pesat dibanding pasar gaming global (www.data.ai). Adapun pasar PC gaming sendiri ditaksir mencapai US$268,8 miliar di tahun 2025, melejit dari posisi US$178,3 miliar di tahun 2021 (wepc.com).

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)