Atome Tidak Sekadar Opsi Pembayaran

CEO Atome Wawan Salum

Di antara para pelaku Buy Now Pay Later (BNPL) di Indonesia, Atome bisa dikatakan anak baru. Perusahaan bagian dari Advance Intelligence Group ini masuk di Indonesia pada September 2020 lalu. Selain Indonesia, Atome sudah hadir di pasar Asia seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Vietnam, Filipina, Thailand, dan Tiongkok.

Setahun beroperasi di Indonesia, Atome telah bermitra dengan lebih dari 300 merchant online dan offline di 4000 toko. Beberapa diantaranya yakni MAP Group, Giordano Group, Zalora, Star Department Store, ALDO, Buccheri, Xiaomi, Agoda, dan lain-lain yang telah mencakup fashion, kecantikan, gaya hidup, peralatan rumah tangga, dan travel.

Melihat merchant yang berpayung di bawah Atome, rasanya wajar apabila 70% pengguna Atome didominasi usia 26-45 tahun dengan mayoritas pengguna perempuan. Terlebih Atome menyasar digital savvy yang tak jauh-jauh dari penggunaan smartphone untuk aktivitas sehari-hari termasuk berbelanja.

Layanan Atome dapat dintegrasikan ke dalam POS fisik, web, atau aplikasi. Dengan integrasi ini, Atome memiliki visi untuk memudahkan proses mengarahkan consumer datang ke toko. Cakupan pasar dan merchant yang luas ini disebut Atome dapat mendukung merchant untuk berkembang di seluruh wilayah, contohnya ketika Atome mendukung IUIGA berkembang dari Singapura ke Indonesia.

CEO Atome Wawan Salum mengatakan pengalaman sebagai bagian dari Advance Intelligence Group adalah pondasi teknologi manajemen risiko dan profil kredit milik Atome. Melalui teknologi ini, Atome dapat meminimalisir risiko kredit sekaligus mendorong perluasan inklusi keuangan.

“Kami menyadari bahwa risk management dan credit profiling sangat penting bagi BNPL di Indonesia, tidak seperti wilayah dewasa lainnya seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia. Oleh karena itu penting untuk memiliki teknologi yang kuat dan akurat untuk meminimalkan penolakan pada aplikasi dan transaksi,” jelas Wawan.

Saat pengguna mengunduh dan mendaftar melalui aplikasi seluler Atome, melalui proses eKYC dan pengisian informasi dasar, teknologi backend Atome akan menilai dan memproses secara akurat aplikasi dari pendaftar tersebut. Seluruh proses pendaftaran hingga checkout melalui aplikasi Atome membutuhkan waktu kurang dari 2 menit. Hal ini merupakan indikator kenyamanan dan transparansi yang dirasakan oleh pengguna.

Selain memperkuat merchant yang telah ada, Atome akan tetap mengambil peluang-peluang kemitraan yang ada. Sebab Atome juga berupaya untuk berperan sebagai enabler bagi para merchant.

Misalnya untuk merchant yang tidak memiliki pengetahuan teknologi, Atome menyediakan dukungan integrasi omni-channel melalui platform seperti Shopify, Woocommerce, dan penyedia layanan pembayaran lainnya untuk melakukan digitalisasi. Selain itu, itnegrasi ini juga bertujuan untuk mengarahkan traffic ke merchant online dan offline mereka.

Sebagai pelengkap, Atome memiliki analitik internal yang dapat diakses oleh mitra agar mereka mendapat pemahaman lebih mengenai demografi, traffic, dan perilaku pengguna. Juga, Atome bekerja sama dengan dengan merchant dalam kampanye marketing bersama di seluruh Asia. Kemudian untuk memperluas misi inklusi keuangan dan pengembangan ekosistem mitra dan konsumen, saat ini rupanya Atome telah memasuki tahun kesepuluh kemitraan strategis dengan StanChart.

“Kami terbuka untuk menjalin kemitraan lebih luas dalam rangka mendorong tumbuhnya konsumen digital. Salah satu perluasan pasar yang kami lakukan adalah menggandeng grup K-pop Astro sebagai global brand ambassador dan melakukan kampanye #OwnTheExtraordinary regional di Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Hong kong. Kampanye ini melibatkan salurah OOH, online, digital, sosial, dan aplikasi dengan serangkaian promosi interaktif,” ungkap Wawan.

Secara kolektif, Atome telah mencairkan US$ 1 miliar dengan lebih dari 15 juta transaksi di seluruh Asia. Pada semester I 2021, jumlah transaksi Atome meningkat lebih dari 10 kali lipat dibandingkan semester II tahun lalu. “Kami menargetkan kinerja yang baik di Semester II 2021. Kami juga terus mendukung pemulihan ritel terutama saat pandemi Covid-19 berlangsung,” ujar Wawan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)