Australia Tingkatkan Potensi Pertanian di Madura

Kurniawan Ariadi, Goetz Ebbecke, Fleur Davies, dan Isye Windarti Memetik Jagung di Pamekasan.

Bappenas bersama dengan Kedutaan Australia Jakarta, melakukan kunjungan kerja ke Pamekasan dan Sampang, Madura.

Kunjungan dua hari  15-16 Maret 2018 ini bertujuan untuk meninjau kerja sama antara pemerintah dengan sektor swasta dalam upaya meningkatkan pendapatan petani serta untuk mencapai target pembangunan nasional.

Deputi Pendanaan Pembangunan Bappenas, Ir. Kennedy Simanjuntak, MA, menyatakan bahwa Madura memiliki berbagai komoditas dengan potensi ekonomi yang besar. Komoditas ini dapat dikelola dan dikembangkan sebagai aset ekonomi berharga dan dapat meningkatkan pendapatan petani, seperti yang telah kita lihat pada jagung dan cabai.

Sejak tahun 2014, Pemerintah Indonesia dan Australia bekerja sama di Madura melalui program Prisma. Program ini bermitra dengan pemerintah dan swasta untuk memacu pertumbuhan pasar dengan mengatasi kendala yang menghambat produktivitas, kinerja dan akses pasar bagi para petani, sehingga petani dapat meningkatkan pendapatannya.

“Dengan penerapan Good Agriculture Practice  atau praktek budidaya pertanian yang baik dan akses terhadap input pertanian yang lebih baik, seperti yang ditunjukkan di sini, kami senang mengetahui bahwa petani telah mengalami peningkatan pendapatan. Pada saat yang sama, upaya tersebut telah membantu sektor swasta dalam mengidentifikasi peluang bisnis dan membangun lingkungan pasar yang berkelanjutan,” kata Minister Konselor dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Fleur Davies.

Di sektor komoditas jagung, Prisma bermitra dengan PT Dow Dupont Indonesia, PT Bisi International Tbk, dan PT Syngenta di 4 kabupaten di Madura untuk mempromosikan penggunaan benih hibrida guna budidaya jagung dan menyebarkan informasi tentang praktik pertanian yang baik (GAP).

Hingga Desember 2017, intervensi jagung di Jawa Timur telah memberi manfaat kepada 22.776 rumah tangga petani kecil, dengan kenaikan pendapatan rata-rata 302%. Sementara itu, di sektor komoditas cabai, dimulai dengan menyediakan pelatihan pengembangan sistem pasar untuk mendorong kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta.

Pada tahun 2017 lalu, Prisma memfasilitasi kemitraan antara Pemerintah Daerah Sampang dan PT Bisi International Tbk. Kemitraan ini bertujuan untuk memperluas penggunaan benih cabai berkualitas tinggi dan berbagi pengetahuan tentang GAP. Tahun 2018, kemitraan dilanjutkan dengan PT East West Seed Indonesia  dengan mengubah penggunaan benih cabai lokal menjadi benih impor miliknya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)