Avrist Catatkan Laba Rp249 Miliar Selama 2018

Avrist Assurance resmi mengangkat Anna Leonita sebagai Presiden Direktur terbaru mereka. Anna merupakan pimpinan perusahaan perempuan pertama di Avrist Assurance, setelah sebelumnya selalu diduduki oleh laki-laki. Perempuan yang telah memiliki pengalaman selama lebih dari 20 tahun di bidang keuangan ini berencana untuk memperkuat channel distribusi Avrist dan memperkuat sumber daya manusia di perusahaan, terutama di bidang penjualan.

“Saya ditargetkan untuk membawa Avrist ke posisi 15 besar perusahaan asuransi di Indonesia pada tahun 2021, dan ditargetkan untuk masuk ke jajaran 10 besar pada tahun 2023,” kata Anna Leonita, Presiden Direktur PT Avrist Assurance.

Langkah yang ditempuh untuk mencapai target ini adalah pertama, memperkuat channel distirbusi Avrist. Kedua, meningkatkan kompetensi dan kapabilitas sumber daya manusia perusahaan. Ketiga, dalam sisi positioning, Avrist akan fokus pada produk tradisional dan meningkatkan penjualan produk tersebut dengan menggenjot kinerja sales.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Anna juga memaparkan kinerja keuangan perusahaan tahun lalu. Selama tahun 2018, Avrist berhasil mencatakan laba setelah pajak sebesar Rp249 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 48% dibandingkan tahun 2017 lalu yang hanya sebesar Rp169 miliar. “Laba ini merupakan yang tertinggi selama 3 tahun terakhir,” ujarnya menambahkan.

Sedangkan untuk premi, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1 miliar. Rasio solvabilitas tahun 2018 berada pada level 434%. Rasio tersebut yang dihitung dengan metode Risk Based Capital (RBC), menunjukkan bahwa modal yang dimiliki Avrist 314% lebih tinggi atau 3,6 kali dari modal minimum yang dipersyaratkan oleh OJK yakni sebesar 120%. “Pencapaian ini menunjukkan bahwa kinerja Avrist di tahun 2018 jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun 2017. Ini merupakan pencapaian yang membanggakan dan ini menunjukkan bahwa kami terus tumbuh secara stabil dan konsisten,” ujar Kan Tak Ho, Direktur Keuangan PT Avrist Assurance.

Di tahun 2018, produk asuransi tradisional memberikan kontribusi yang signifikan pada total pendapatan premi, yaitu sebesar lebih dari 70%. Pendapatan premi produk asuransi tradisional di tahun 2018 mencapai Rp 1,20 triliun. Perolehan signifikan ini sejalan dengan strategi Avrist untuk lebih fokus dalam membuat produk proteksi, serta peluncuran produk Avrist Prime Protection pada akhir Oktober 2018. Penjualan melalui saluran distribusi Agency masih menjadi penyumbang terbesar untuk pendistribusian produk asuransi individu. Agency merupakan penyumbang terbesar sebanyak lebih dari 65%, sementara bancassurance sebesar 35%.

Untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan, perusahaan juga berencana untuk memberikan asuransi kecelakaan gratis selama 30 hari setelah registrasi. Adapun uang pertanggungan yang nantinya akan dibayar saat trjadi kecelakan adalah sebesar Rp75 juta jika terjadi kematian karena kecelakaan, dan santunan rawat inap sebesar Rp100 ribu per hari.

Perusahaan juga berencana untuk membagikan takjil gratis di 25 kota di Indonesia diantaranya di Jakarta, Yogakarta, Surabaya, Medan dan Balikpapan dari tanggal 20 Mei hingga 24 Mei 2019. “Pada bulan puasa biasanya masyarakat seringkali melakukan kegiatan di luar rumah baik untuk bersilahturahmi atau melakukan hal lain, seperti menambah amal, atau mudik/pulang kampung. Oleh sebab itu, kami memberikan proteksi diri gratis ini kepada masyarakay agar mereka merasa aman dalam menjalankan aktivitasnya,” Ernest Febrianto, Head of Corporate Marketing Communications, PT Avrist Assurance.

Ke depan, Avrist akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia dalam rangka melakukan penetrasi pasar. Juga, untuk mencapai target pertumbuhan bisnis perusahaan sebesar 40 -70% di tahun 2019.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)