Babak Baru Layanan Mandaya Royal Hospital Puri

dr. Benedictus R. Widaja, MBChB, Presiden Direktur Grup Mandaya Hospital

Kondisi pandemi virus Corona (Covid-19) di Indonesia sejak 2 Maret 2020, tidak menghalangi langkah ekspansi bisnis Grup Mandaya Hospital. Setelah sukses meresmikan Mandaya Hospital di Karawang, Jawa Barat, maka pada akhir 2020 nanti, perseroan akan membuka layanan Mandaya Royal Hospital Puri di Jakarta Barat. Rumah sakit ini dibangun sejak Oktober 2018 dengan menelan investasi sekitar Rp1,1 triliun.

“Saat ini persiapan pembangunan Mandaya Royal Hospital Puri Tower 1 sudah mencapai 70% dan kami targetkan akhir tahun 2020 sudah siap dibuka untuk umum. Sumber dana pembangunan rumah sakit Rp1,1 triliun dari internal perushaaan,” ujar dr. Benedictus R. Widaja, MBChB, Presiden Direktur Grup Mandaya Hospital dalam wawancara virtual Zoom (28/5/2020).

Rumah Sakit ini memiliki sekitar 250 tempat tidur untuk rawat inap, 10 ruang operasi, 100 ruang rawat jalan. Fasilitas penunjang lainnya, seperti gym, restoran, kedai kopi, toko-toko dan lainnya. “Jadi tiap hari kami targetkan bisa melayani pasien rawat jalan 500-700 orang,” ungkap Benedictus.

Mandaya Royal Hospital Puri merupakan rumah sakit umum dengan keunggulan bidang jantung termasuk penanganan masalah aritmia (heart & arrhythmia), bidang syaraf-dan bedah syaraf (neuro-science) serta kanker (oncology). Diharapkan pasien yang berobat tidak hanya dari Jakarta atau Jabodetbek saja, melainkan seluruh wilayah Indonesia di 34 provinsi. Untuk itu, disediakan layanan jemput pasien di bandara, kebetulan lokasi Mandaya Royal Hospital Puri dekat dengan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Di Mandaya Royal Hospital Puri, masyarakat akan memperoleh manfaat dengan paradigma baru dalam pelayanan kesehatan. Jadi, bukan cuma keselamatan pasien (patient safety) atau secara klinis efektif menyembuhkan (clinical effectiveness), tetapi lebih kepada bagaimana pengalaman pasien dan keluarganya dalam proses penyembuhan di rumah sakit (patients and family experience.

Konsep rumah sakit yang disodorkan Mandaya Hospital ini merupakan babak baru dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. Untuk negara-negara maju seperti di Amerika, Singapura, bahkan Thailand sudah memulainya, dan sebentar lagi di Indonesia. Apalagi, perseroan juga telah bekerja sama dengan berbagai institusi dunia, baik dalam hal medis, manajemen, maupun riset.

Lobi Mandaya Royal Hospital Puri

Selain 3 center unggulan, penyakit apa saja yang bisa diobati di Mandaya Royal Hospital Puri? Dr Ben mengungkapkan, hampir berbagai macam penyakit dengan menyediakan 10 specialis center , antara lain Women's Health & Fertility Center (masalah kehamilan dan kandungan), Center of Surgery (General-Orthopedi-Digestive) atau penyakit yang membutuhkan pembedahan, Kidney & Urology Center (masalah ginjal), Ear-Nose-Throat-Eye-Head & Neck Center (THT dan mata/seputar kepala).

Untuk itu, kehadiran Mandaya Royal Hospital Puri bisa mencegah pasien yang akan berobat keluar negeri. Rumah sakit ini telah dilengkapi dengan peralatan canggih mulai dari deteksi dini, diagnosa maupun pengobatan penyakit jantung, syaraf/bedah syaraf, dan kanker, seperti LINAC untuk Radiotherapy, PET Scan, SPEC Scan untuk kedokteran nuklir, Hybrid Operating Theatre, High Tesla MRI, High Slice CT Scan, dan sebagainya di mana investasi untuk peralatan kedokteran ini mencapai sekitar Rp250 miliar.

Grup MHG telah menyiapkan rencana investasi untuk mengembangkan rumah sakit berkualitas di beberapa kota besar di Indonesia dan siap menggelontorkan dana investasi sampai US$150 juta atau setara Rp2,25 triliun.

Berbeda dengan kelompok usaha rumah sakit lain yang gencar membangun fasilitas kesehatan dasar (primary & secondary care) yang tersebar di seluruh kota di Indonesia, Mandaya Hospital justru membangun fasilitas kesehatan level lanjutan (advanced care). Khususnya untuk penyakit degenerative dan penyakit akibat life-style zaman modern. Untuk pasien kelompok ini sangat membutuhkan kualitas pelayanan yang prima baik secara medis maupun non-medis.

MHG adalah anak perusahaan dari Selaras Holding Group, induk perusahaan yang bergerak di bidang real estate, perhotelan dan rumah sakit yang terjun ke dunia bisnis sejak 30 tahun lalu. Awalnya, bisnis yang yang digeluti adalah kontraktor dan kini berkembang dikelola oleh generasi kedua, yaitu dr. Benedictus R. Widaja, MBChB sebagai Presiden Direktur Mandaya Medical Group

Benedictus lahir pada 1987 di Jakarta. Ia lulus dari sekolah Kedokteran Universitas Manchester (Inggris) pada 2011. Setelah bertugas sebagai us dokter di Preston Hospital (UK), ia kembali ke Indonesia, untuk memulai karirnya. Beliau bergabung dengan Selaras Holding sebagai Manajer Pengembangan Bisnis yang bertugas di bidang pengembangan dan keuangan organisasi. Kemudian, ia ditunjuk sebagai Wakil Presiden & Chief Operational Officer dari Mandaya Medical Group (PT Mandaya Sehat Utama).

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)