Bagaimana Menciptakan Super Tim Perusahaan yang Sehat?

Bisnis akan terus berkembang jika ada tim solid dan bekerja sesuai dengan ekspektasi. Membangun super tim adalah impian seluruh pemilik bisnis, namun bagaimana cara membangunnya? Bagaimana jika super tim ini dimasuki virus, sehingga merusak kinerja serta mengakibatkan internal bisnis menjadi tidak sehat?

Menurut Business Coach Yohanes G Pauly, “virus” bisnis dapat diartikan sebagai seseorang atau beberapa orang di tim yang menimbulkan kondisi tidak harmonis dengan adanya politik kantor, menyebarkan berita bohong, menjelek-jelekkan karyawan lain atau mengajak rekan kerjanya untuk melanggar aturan.

“Virus di bisnis bisa terjadi karena kesalahan pemilik bisnis merekrut tim dengan karakter yang tidak sesuai dengan budaya perusahaan, memiliki attitude yang buruk, atau menempatkan karyawan tidak sesuai dengan karakter mereka,” ucap Yohanes .

Apa yang harus dilakukan saat terkena virus? Sebagaiman tubuh manusia, cari sumber penyebab terkena virus dan minum obat agar virus bisa hilang. Begitu juga dengan bisnis. Cari sumber penyebab masuknya virus dan singkirkan virus tersebut dari bisnis. Virus bisnis yang disebabkan karena kesalahan dalam rekrut karyawan bisa diatasi dengan mengubah proses rekrut karyawan. Yohanes memberikan solusi cara rekrut karyawan dengan menggunakan Gratyo Power Recruitment (GPR):

Tahap pertama, Pre GPR. Pada tahap ini, pemilik bisnis harus membuat iklan lowongan kerja yang unik layaknya membuat iklan untuk customer. Setelah iklan lowongan kerja mencapai batas tanggal yang ditentukan, lakukan screening resume dan hubungi kandidat yang lolos screening. Pada saat menghubungi kandidat untuk interview, jelaskan bahwa akan ada tes sebelum sesi interview.

Tahap kedua, GPR Session. Inilah beda GPR dengan proses rekruitmen lain. GPR session dilakukan dengan grup dan dibagi menjadi 3 sesi ABC. Sesi pertama yaitu A/bility yaitu sesi tes yang mana peserta diberikan pertanyaan yang intinya adalah untuk melihat attitude dan aptitude para kandidat saat melakukan rekrut karyawan.

Sesi kedua adalah B/ehavior. Tujuan dari sesi B/ehavior untuk menilai behavior atau perilaku kandidat, oleh karena itu berikan beberapa pertanyaan kepada para kandidat dan nilai bagaimana cara mereka menjawabnya. Apakah kandidat tersebut proaktif, sopan, dan perilaku lainnya. Contohnya adalah minta salah satu kandidat membaca visi bisnis dan minta ia untuk menjelaskan maknanya.

Sesi ketiga adalah C/haracter, sesi ini mirip dengan sesi B/ehavior bedanya adalah pada sesi C/haracter pertanyaan yang diajukan saat rekrut karyawan adalah untuk mengenal karakter para kandidat. Contoh pertanyaan yang bisa ditanyakan adalah apa yang ingin Anda capai dalam hidup? Apa 1 hal yang paling Anda sesali dalam hidup dan kenapa?

“Tujuan melakukan GPR dalam grup adalah melihat karakter dan perilaku para kandidat. Karena tentunya kandidat yang direkrut akan bekerja bersama dalam tim. Nah dari GPR Session akan ketahuan mana kandidat yang proaktif, mana yang karakternya bagus mana yang tong kosong nyaring bunyinya.” ujar Yohanes .

Tahap kettiga, post GPR. Jika GPR Session dilakukan dalam grup, maka Post GPR adalah dengan 1-on-1 interview with truth serum. Kandidat yang ikut interview ini hanyalah kandidat yang lolos GPR session. Interview ini sangat praktis dan powerful untuk dilakukan saat rekrut karyawan di perusahaan besar dunia.

Bila saat GPR session lebih fokus ke dimensi soft skill, maka Post GPR lebih fokus ke dimensi hard skill. Pada truth serum ada 2 pertanyaan besar yang ditanyakan, yaitu truth serum tentang kehidupan sebelumnya dan truth serum tentang gaji sebelumnya. Pertanyaan truth serum tentang kehidupan sebelumnya adalah seperti “Boleh ya nanti saat diskusi saya akan catat nama-nama penting, bila Anda lulus ke tahap final maka saya bisa hubungi untuk reference check mengenai Anda?”

“Sangat penting untuk melakukan truth serum kepada kandidat karena bisa saja kandidat berbohong saat interview perihal gaji sebelumnya dengan mengatakan gajinya lebih besar. Nah saat interview truth serum minta agar mereka membawa slip gaji sebagai referensi.” ujar Yohanes yang juga Pendiri & Master Coach di Gratyo.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)