Bagaimana Mengurangi Penyakit Stunting di Indonesia?

Saat ini, di negara kita tercatat hampir 9 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami pertumbuhan yang tidak maksimal (stunted) akibat kekurangan gizi kronis.

Dengan angka ini, Indonesia berada di peringkat ke-5 negara yang kekurangan gizi sedunia. “Stunting berpotensi mengancam generasi mendatang menjadi generasi yang hilang. Kekurangan gizi pada usia dini dapat meningkatkan angka kematian untuk bayi dan anak, mudah terserang penyakit, serta kerja otak yang tidak optimal sehingga menurunkan kemampuan kognitif,” ujar Fasli Jalal, pakar gizi yang juga tim Dewan Pembina Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI).

Angka stunting yang tinggi juga diperkirakan dapat merugikan perekonomian Indonesia dalam jangka panjang. Menurut studi Grantham-McGregor (2007), anak yang mengalami stunting berpotensi memiliki penghasilan lebih rendah sekitar 20% dibandingkan anak yang tumbuh optimal.

“UNICEF memperkirakan stunting juga bisa menyebabkan Pendapatan Domestik Bruto merosot 3%, sedangkan analisis Qureshy tahun 2013 menyebut stunting dapat meruikan Indonesia sampai Rp300 triliun per tahunnya,” ujar Sri Enny Hartati, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) di sela semina “Bibit Unggul untuk Indonesia Hebat: Mencegah Stunting, Meningkatkan Daya Saing Bangsa” yang digelar oleh Media Tempo di Jakarta (24/1/2018)

Pemerintah Indonesia melakukan berbagai usaha untuk dapat menurunkan tingkat stunting pada anak di Indonesia. Dengan target turunnya prevalensi stunting pada anak di bawah umur dua tahun dari 37% (2013) menjadi 28% di 2019.

Salah satu usahanya adalah dengan mencegah stunting dalam 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak masih janin hingga usia 2 tahun. Usaha yang dilakukan pemerintah merupakan wujud pentingnya melakukan investasi pada pembangunan sumber daya manusia. Karena anak yang sehat, cerdas dan tumbuh optimal memiliki potensi lebih besar serta turut meningkatkan daya saing bangsa di masa yang akan datang.

Target dan program yang dirancang oleh pemerintah tentunya tidak akan berjalan dengan lancar tanpa dukungan dari berbagai pihak. Apalagi, memerangi masalah kesehatan bukanlah perkara yang mudah. Ada banyak aspek dan pihak yang terlibat didalamnya, salah satunya adalah media dan masyarakat luas. T

Tempo memandang stunting sebagai suatu permasalahan yang serius dan perlu diketahui publik, sehingga dengan dukungan Millennium Challenge Account – Indonesia (MCA-Indonesia) mengundang tiga tokoh untuk mengulas lebih lanjut tentang stunting. Yakni, Fasli Jalal, Sri Enny Hartati, dan Yanuar Nugroho (Deputi II Kepala Staf Kepresidenan). Direktur Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stunting (PKGBM) MCA-Indonesia, Iing Mursalin, juga berbagi pembelajaran dari pelaksanaan PKGBM sejauh ini.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)