Bagaimana Strategi to Win-Back Tahun 2021?

Vaksin Covid-19 diprediksi akan mulai diproduksi pada Januari 2021. Hal ini diharapkan bisa menjadi titik balik ekonomi kembali menggeliat terutama bagi UMKM yang terdampak besar oleh pandemi. Terkait hal tersebut Inventure meluncurkan UKM Industry Outlook 2021.

Dalam Outlook itu, Inventure menggambarkan lanskap industri UKM 2021 terbagi menjadi tiga Circle: Outer Circle, Mid-Circle, dan Inner-Circle. Outer Circle merupakan faktor perubahan-perubahan yang terjadi akibat pandemi, antara lain adalah Covid-19 growth incident, economic uncertainty, demand depression, the fall & the rise industry, close-loop economy, accelerated digital economy.

Hal itu berpengaruh kepada Mid-Circle yang merupakan perilaku pelanggan, seperti munculnya empathic society, CHSE (cleanliness, Healthiness, safety, environment) concern. Kemudian ini berdampak kepada inner-circle yaitu kompetisi para pemain UKM. Banyak dari mereka yang memiliki Light & Agile model, memiliki retail branding sendiri, health & security branding, digital collaboration, pivot & diversification, dan survival innovation.

“Saya melihat perubahan lingkungan bisnis melalui 3C: Change, Customer, Competition. Perubahan di outer circle akan memengaruhi di mid circle, kemudian perubahan ini akan memengaruhi ke pemain,” ujar Yuswohady, Managing Partner Inventure, ketika menerangkan Outlook tersebut dalam acara Webinar UKM Industry Outlook 2021.

Yuswohady, mengatakan, UKM atau bisnis yang bertahan adalah yang memiliki model light & agile. UKM akan memangkas overhead cost agar agile, operasional akan dirampingkan.

Terkait bisnis-bisnis yang prospektif untuk UKM, ia menyebutkan, bisnis yang prospektif setelah pandemi antara lain coworking space, dine-in resto, insurance agency, hybrid EO, digital security, hybrid tutor, wellness studio. Untuk bisnis yang cocok di masa pandemi maupun setelah pandemi antara lain pickup & delivery, frozen food, online shop, adventure tour, health & medical, coffee, online course, content & entertainment, vaccine clinic.

Lalu, strategi dan taktik apa yang cocok untuk diterapkan pada situasi itu? Yuswohady mengatakan, ada 5 jenis langkah road to recovery, yaitu brutal fact: save the cashflow; face reality: new customer, new needs; re-alligning supply chain; rethinking workforce & workplace; retooling with digital.

Selanjutnya ada 10 taktik yang perlu diperhatikan dalam survival innovation, yakni terkait benefit innovation, product innovation, promotion innovation, channel innovation, supply chain innovation, service innovation, digital innovation, UX innovation, collaboration innovation, operating model innovation.

“Kalau Anda masuk ke bisnis yang sedang kering, sesukses apapun Anda akan tetap medioker. Namun, jika Anda masuk ke bisnis yang sedang booming maka mau buat apapun bisa tetap kena imbas positif. Makanya strategi terbaik adalah Anda masuk ke industri yang tepat. Nah, UMKM adalah pemain yang bisa masuk ke segala dan pindah-pindah,” ujar Yuswohady.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)