#BagiAsa: Kolaborasi KataData - Bisnis Indonesia - SWA - KBR, Bantu Warga Kurang Mampu dan Tenaga Medis

#BagiAsa adalah sebuah inisiatif bersama penggalangan dana untuk membantu keluarga kurang mampu dan tenaga medis dari dampak penyebaran virus COVID-19. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi empat media, Katadata, Bisnis Indonesia, SWA dan KBR, bersama kantor pengacara Hendra Soenardi. Dalam pelaksanaannya, gerakan #BagiAsa bekerja sama dengan Foodbank of Indonesia (FoI) dan Accelerice.

Inisiatif #BagiAsa muncul dari keprihatinan terhadap kesulitan yang dihadapi masyarakat kurang mampu akibat penyebaran virus COVID-19. Sebagian besar dari masyarakat harus kehilangan mata pencaharian akibat PHK atau usaha yang dimiliki harus tutup karena tidak ada pembeli.

Tidak hanya masyarakat kurang mampu, gerakan #BagiAsa juga membantu tenaga medis melindungi diri dari tertular COVID-19 saat menjalankan tugasnya. Karena itu bantuan yang disalurkan melalui gerakan #BagiAsa ini tidak hanya digunakan untuk membeli makanan atau paket sembako, tapi juga alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. 

Pengelolaan dan pendistribusian bantuan dalam bentuk makanan dilakukan sepenuhnya oleh Foodbank of Indonesia (FoI) berdasarkan tata laksana yang ketat. FoI akan mengontrol kualitas makanan hingga penyaluran ke kelompok yang membutuhkan sesuai dengan SOP pencegahan penularan Covid-19 yaitu menghindari kerumunan hingga aspek higienis.

Jaringan relawan Foodbank of Indonesia akan mendistribusikan bantuan ke berbagai  tempat. Sementara itu, kebutuhan makanan siap saji  disiapkan oleh Accelerice.

Foodbank of Indonesia berdiri pada 2005. Founder Foodbank of Indonesia, Hendro Utomo, menjelaskan, FoI menjembatani dan menggalang kerjasama serta mengajak kelompok masyarakat, pemangku kepentingan yang memiliki kelebihan pangan untuk membantu kelompok masyarakat yang memiliki kekurangan pangan dan gizi.

“Sejumlah program yang sudah dilakukan FoI antara lain Gerakan Makan Sehat Balita Indonesia, Pos Pangan yang memberikan makanan siap santap kepada lansia serta Response on Emergency and Disaster yaitu bantuan untuk mereka yang terkena bencana. Kami dibantu oleh 607 relawan di 12 kota dalam mendistribusikan bantuan pangan,” ujar Hendro.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)