Bahasa Indonesia sebagai Eksistensi Bangsa

Globalisasi menyebabkan masyarakat menjadi kian dinamis. tidak hanya gaya hidup, bahasapun mengalami perputaran dan perubahan makna yang cukup signifikan. Akibatnya, Bahasa Indonesia cenderung ditinggalkan. Hal ini dapat dijadikan indikator menurunnya positivisme masyarakat terhadap bahasa Indonesia. Saat ini, media massa dan tempat umum, lebih banyak yang menggunakan bahasa asing ketimbang Bahasa Indonesia.

foto-asal-usul-bahasa-indonesia

Upaya memberikan penyuluhan telah dilakukan secara terus menerus di lapisan masyarakat. Sayangnya hal tersebut tidaklah cukup. Mustakim, Ketua Pelaksana Bimbingan Teknis Kebahasaan Bagi Insan Media, menyatakan, media massa mengambil peran penting dalam terlaksananya penyebaran tata bahasa yang baik dan benar. Alasannya, media massa sering digunakan sebagai acuan pembelajaran bahasa. Menurutnya, jika media massa mampu menyajikan Bahasa Indonesia secara baik,maka hal tersebut akan berguna bagi masyarakat dalam menggunakan padanan kata berbahasa dengan benar.

"Media memiliki peran penting bagi penyuluhan Bahasa Indonesia. Dengan terbiasa membaca berita dalam Bahasa Indonesia yang baik, akan mendorong mereka berkomunikasi dengan baik. inilah yang bisa meningkatkan positivisme masyarakat terhadap Bahasa Indonesia kedepannya," ujar Mustakim.

Berdasarkan hal tersebut, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) turut serta melatih media guna menambah wawasan penggunaan teknis dalam berbahasa Indonesia. Menurut Mustakim, kegiatan yang sudah dilaksanakan ketiga kalinya itu diharapkan dapat memberi pengaruh yang positif tidak hanya dalam tata bahasa, melainkan dalam rangka peningkatan budaya.

"Salah satu ciri bangsa dengan budaya yang tinggi adalah kemampuan berbahasa dengan baik. Saat ini bahasa kita sudah banyak sekali diperlakukan tidak senonoh. Untuk itu mari bersama sama memuliakan dan percaya diri pada bahasa persatuan," ujar Gufran Ali Ibrahim, Kepala Pusat Pembinaan BPPB.

Selain media massa, para pendidik juga turut memegang kuasa dalam meningkatkan kepercayaan pada bahasa sendiri. oleh sebab itu, Gufran menambahkan, kerjasama dari berbagai kalangan diharapkan bisa menjadi jalan keluar dari permasalahan yang terus berlangsung hingga saat ini.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)