Bandara Ngurah Rai Terapkan QRIS untuk Pembayaran Bea Cukai

Peluncuran digitalisasi pembayaran berbasis QRIS di Kawasan Bea Cukai Ngurah Rai (Foto: Istimewa)

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersinergi dengan Kantor Wilayah Bea Cukai Balinusra dan Bank Mandiri meluncurkan digitalisasi pembayaran berbasis QRIS di Kawasan Bea Cukai Ngurah Rai, sekaligus  menjadikan Bea Cukai pertama di Indonesia yang menerapkan digitalisasi pembayaran berbasis QRIS.

"Peralihan ke sistem digitalisasi ini merupakan keharusan yang secara perlahan akan dimiliki oleh semua masyarakat. Karena selain mempermudah, pembayaran menggunakan QRIS juga menjamin keamanan uang kartal yang kita miliki,” ungkap Wagub Bali Cok Ace usai  launching digitalisasi pembayaran bea cukai berbasis QRIS, di Bandara Internasional I Gusti Ngurai Rai, Bali, Selasa (26/10) 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali, Trisno Nugroho mengatakan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna QRIS, akan dilakukan upgrade aplikasi sesuai dengan kebutuhan yang ada. Terutama mengenai rencana Bank Indonesia yang akan melakukan cross border terhadap merchant QRIS, sehingga bagi wisatawan yang berlibur ke Bali melalui pintu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dapat melakukan pembayaran menggunakan QRIS.

Direktorat Jenderal Bea Cukai Ngurah Rai adalah kantor pelayanan bea cukai pertama yang menggunakan digitalisasi pembayaran berbasis QRIS, dan ke depannya sistem pembayaran nontunai ini juga akan melibatkan lembaga perpajakan, dengan maksud memberikan kemudahan bagi masyarakat.

"Dengan menggunakan aplikasi pembayaran nontunai (QRIS) maka tidak ada lagi alasan untuk seseorang atau institusi yang menunggak (tidak membayar) kewajiban kepada negara khususnya kepada bea cukai karena siapapun bisa membayar menggunakan digitalisasi," ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendera Bea Cukai Bali dan Nusra, Susila Brata. 

Kegiatan seremoni yang dihadiri oleh para pegawai di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai dilakukan dengan first experience QRIS untuk pembayaran pungutan negara di bidang kepabeanan atas barang bawaan penumpang yang baru datang dari Luar Daerah Pabean (Luar Negeri) yang nilai barangnya melebihi fasilitas pembebasan yang telah ditentukan. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi pelayanan bea cukai yang menjadi titik penempatan QRIS. Terdapat 2 (dua) titik penempatan QRIS yakni di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Ngurah Rai dan di dalam Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

"Keberhasilan ini akan direplikasi di seluruh kantor-kantor Bea Cukai di bawah Kantor Wilayah Bea Cukai Bali dan Nusa Tenggara, dan harapannya dapat menginspirasi badan publik lainnya di Bali maupun luar daerah untuk menerapkan QRIS tidak hanya sebagai prasyarat untuk transformasi digital, tetapi juga sebagai akselerator dan re-aktivator untuk mendukung pemulihan ekonomi Bali dan Nasional," tambah Trisno mengakhiri. 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)