Bango Dorong Promosi Kuliner Secara Digital

Ki-ka: Vita Datau (Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar), Joy Tarigan (Managing Director Unilever Food Solutions), dan Ussy Sulistiawaty

Kompetisi “Bango Penerus Warisan Kuliner 2019” merupakan gelaran tahun ke-3 dan telah terpilih lima pemenang dengan hadiah total Rp 500 juta.

Lebih dari 10.000 pengusaha kuliner Nusantara telah mengikuti kompetisi ini dengan cara mendaftarkan usaha merkea melalui situs resmi kompetisi. Kemudian tersaring 24 finalis yang ungul dari jumlah voting, kesesuaian hidangan, dan ecrita terbaik.

Baru dari 24 finalis inilah tersaring 5 peserta dengan nama-nama makanan yaitu Pukis Badran Topping Daging Sapi (Solo), Ayam Bakar Madu Salakilo (Balikpapan), Iga Wongso Warung Gongso (Solo), Iga Bakar Nyakk Merry (Semarang), dan Ikan Mas Bakar Donto Sau San (Tasikmalaya).

Dalam kompetisi ini, turut didorong pula oleh digital marketing. Hal ini dibenarkan
oleh Vita Datau, Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan
Belanja Kemenpar.

“Diperlukan kombinasi yang sesuai antara visual dan narasi
untuk menghasilkan konten yang menarik. Artinya, selain memahami pemasaran
digital yang baik, para pengusaha kuliner juga perlu memahami keunggulan
hidangannya dan mampu menceritakannya dengan baik pada konsumen,” jelas Vita.

Pelaksanaan Bango Penerus Wisata Kuliner ini diakui Joy
Tarigan, Managing Director Unilever Food Solutions, sebagai upaya Bango untuk
turut memajukan pasar layanan makanan (foodservice). Dalam data yang dihimpunnya,
foodservice di Indonesia memiliki nilai pertumbuhan sebesar 9% per tahun,
dengan nilai mencapai lebih dari 800 triliun di tahun 2019.

Ussy Sulistiawaty yang aktif membuat konten kuliner sekaligus mengelola dua restoran, mengaku telah memanfaatkan pemasaran digital sebaik mungkin. Dalam akun Instagramnya, Ussy kerap membagi video dirinya sedang makan atau memasak. Hal ini merupakan cara promosi yang bisa merangsang indera konsumen. Terlebih dalam video tersebut, Ussy sering melakukan story telling mengenai masakannya.

“Aku tidak cuma asal masak hanya demi konten Instagram, tapi
juga sambil bercerita supaya followers tahu
aku lagi masak apa, bumbunya apa, dan lain-lain. Jadi walaupun aku sudah punya
dua restoran, aku tidak mau menjadikan restoran tersebut hanya numpang nama saja.
Aku ingin restoran artis benar-benar niat menyajikan makanan enak,” komentar
Ussy.

Vita pun menambahkan meskipun konten promosi digital digencarkan, cita rasa tak boleh terkalahkan. Menurutnya, saat berbicara tentang kuliner, konsumen tidak hanya menggali informasi berupa foto dan storytelling makanan, tapi mereka juga mencari asal-usul dan sejarahnya. Terlebih dengan pertumbuhan industri yang menjanjikan, penting untuk membuat konten pemasaran digital lebih menarik lagi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)