Bangun Pertanian Digital, Bayer Investasi €4,2 Miliar

Bayer melalui divisi Bayer Corp Science, akan membangun digital farming untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sektor pertanian. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Bayer global telah mengalokasikan dana sebesar € 4,2 miliar pada akhir 2015 lalu. Hal tersebut disampaikan Mohan Babu Rajaram Boppana, Country Head, Malaysia and Indonesia, Bayer Crop Science dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh PT Bayer Indonesia.

Mohan Babu Rajaram Boppana, Country Head, Malaysia and Indonesia, Bayer Crop Science Mohan Babu Rajaram Boppana, Country Head, Malaysia and Indonesia, Bayer Crop Science

Tak hanya investasi, perusahaan bioteknologi yang bermarkas di Jerman ini juga telah mengakuisisi proPlant untuk mendukung rencana farming digitalnya. ProPlant adalah sebuah perusahaan penyedia perangkat lunak yang bisa mengetahui diagnosis kesehatan tanaman. Perangkat lunak tersebut juga diklaim bisa menyediakan layanan peringatan level infeksi tanaman. “Akuisisi tersebut akan membantu kami mengembangkan solusi digital untuk produksi pertanian,” ujar Mohan.

Menurutnya, digitalisasi dapat memberikan informasi cepat dan tepat waktu bagi para petani, mulai dari variasi tanaman dan membantu menakar dosis pupuk yang akurat serta waktu pemupukan yang tepat dalam upaya proteksi tanaman. Selain itu, petani dapat dibantu untuk mendeteksi faktor pemicu stres tanaman sedini mungkin.

Secara global, Bayer menghadapi tantangan untuk memenuhi kebutuhan pangan 10 miliar orang pada tahun 2050 dan saat ini kondisi di bumi telah mencapai batas ekologis. Dengan demikian, sebagai salah satu produsen prasarana pertanian, perusahaan ini terus mencari solusi-solusi inovatif yang berkelanjutan dan meminimalisasi dampak lingkungan dari aktivitas pertanian. Salah satunya dengan mengembangkan New Revolution Agriculture (revolusi hijau) yang sebelumnya pernah dicetuskan pada tahun 1960.

Bayer menggerakkan lima butir rencana untuk mewujudkan revolusi tersebut. Pertama, inovasi unggulan untuk menghasilkan varietas produk yang lebih resisten terhadap perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, fluktuasi suhu, melawan hama tanaman dengan sistem tanamannya sendiri, serta meningkatkan sifat tanaman.

Kedua, memberdayakan keluarga petani kecil untuk bisa menumbuhkan lebih banyak tanaman pangan dan memperoleh penghasilan lebih.

Ketiga, menggerakkan intensifikasi agrikultur yang berkelanjutan dengan mengembangkan solusi kimiawi dan biologis untuk memperkuat daya tahan tumbuhan.

Keempat, meningkatkan kesehatan manusia dengan mendukung upaya ketahanan pangan. Kelima, memperluas kemitraan, kerjasama Bayer dengan PISAgro untuk membina dan memberi pelatihan untuk para petani. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)