Bank BTN Gelar Akad Massal KPR Subsidi 10.000 Unit Rumah

Bank BTN menggelar akad massal KPR Subsidi sebanyak 10.000 unit rumah dalam waktu sehari di seluruh cabang Bank BTN di Indonesia. (Foto: Dok. BTN).

Untuk mengejar target penyaluran KPR FLPP sebanyak 200.000 unit hingga akhir 2022, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus melakukan berbagai gebrakan. Salah satu gebrakannya dengan menggelar akad massal KPR Subsidi sebanyak 10.000 unit rumah dalam waktu sehari.

Menurut Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar, akad massal Serentak KPR Bersubsidi selain merupakan upaya perseroan untuk mendukung Program Sejuta Rumah yang diinisiasi oleh Pemerintah, juga sebagai upaya mengatasi permasalahan pembiayaan perumahan subsidi yang terimbas dampak pandemi Covid-19. 

Hal ini membuktikan bahwa KPR itu masih jalan dan akad massal ini juga sebagai ajang promosi dan edukasi Bank BTN kepada masyarakat untuk dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau. Akad massal KPR Subsidi yang dilaksanakan serentak di Kantor Cabang BTN seluruh Indonesia ini diharapkan semakin memudahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah. 

"Akad massal ini adalah akad massal yang ketiga kalinya sejak Januari 2022. Dan jumlah debitur yang melakukan akad kredit maupun pembiayaan adalah sebanyak 10.000 debitur, yakni 8.500 debitur konvensional dan 1.500 debitur syariah," kata Hirwandi di sela-sela acara Akad Massal Serentak KPR Bersubsidi di Palembang, Sumatera Selatan.

Hirwandi menambahkan, Bank BTN sebagai Bank fokus perumahan ikut menopang geliat sektor properti yang memiliki multiple effect ke 174 sektor turunan lainnya dan perseroan akan terus berinovasi mendorong laju penyaluran KPR Bersubsidi untuk membantu pemerintah mempercepat pencapaian Program Satu Juta Rumah.

Diakui Hirwandi, kegiatan akad massal KPR secara serentak ini merupakan salah satu strategi Bank BTN untuk dapat menghabiskan kuota yang telah dipercayakan oleh Pemerintah kepada Bank BTN, dimana Bank BTN mendapat amanah untuk menyalurkan KPR Bersubsidi dengan kuota terbanyak yaitu 170.000 kuota KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), 19.600 kuota KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dan 18.360 kuota KPR Tapera. 

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengapresiasi langkah Bank BTN menyelenggarakan akad kredit massal yang dilakukan secara serentak.
"Kami mengapresiasi strategi dari Bank BTN dalam mengupayakan percepatan penyaluran KPR FLPP di tahun ini, serta juga mendorong kepada pengembang perumahan untuk membangun rumah semakin berkualitas serta memenuhi ketentuan/peraturan rumah sederhana sehat," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Permukiman Provinsi Sumsel Basyarudin Akhmad menambahkan, akad massal KPR Subsidi ini diharapkan bisa terus dilanjutkan untuk memenuhi kebutuhan rumah yang layak bagi masyarakat. Menurut dia, perumahan dan kawasan pemukiman mempunyai peran penting dalam pembangunan di Sumsel, perkembangan industri perumahan atau properti yang mulai membaik pada tahun 2022 menjadikan sektor ini sebagai salah satu tumpuan pertumbuhan perekonomian Sumatera Selatan. “Sektor perumahan merupakan sektor yang tumbuh positif dan pemerintah Provinsi Sumsel optimistis pertumbuhan sektor properti pada tahun ini akan mencapai 10 persen,” katanya.

Tahun lalu, Bank BTN telah menyalurkan KPR Sejahtera FLPP sebanyak 117.699 unit dengan nilai kredit sekitar Rp 17,15 triliun. Angka tersebut merupakan perolehan dari BTN konvensional sebanyak 96.487 unit dengan nilai Rp 14,11 triliun dan Unit Usaha Syariah (UUS) sebanyak 21.212 unit dengan nilai Rp3,03 triliun.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)