Bank Danamon Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,27%

Kepala Ekonom Bank Danamon, Anton Hendranata, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2018 berada di level 5,27 persen. Menurutnya, tren pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah terlihat ada perbaikan terutama dari sisi investasi.

“Perbaikan sudah terlihat pada terutama dari kuartal II dan III – 2017. Dari sisi perdagangan juga naik karena harga komoditas yang membaik,” ujarnya dalam media workshop economic outlook 2018 di Menara Bank Danamon, (31/1/2018).

Anton optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh 6 – 7 persen, asal struktur perekonomian Indonesia diubah dengan berbasis investasi. “Sejak tahun 1960, perekonomian Indonesia sangat tergantung pada konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sekitar 50 – 55 persen. Peranan investasi menurun yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di 5 persen selama 4 tahun terakhir,” ungkapnya.

Ia menuturkan, investasi harus digenjot. Pembangunan berbagai proyek infrastruktur yang dilakukan secara konsisten oleh pemerintah, akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi seperti pengalaman Tiongkok dan AS bisa tumbuh cepat karena infrastruktur. Langkahnya adalah mempersiapkan infrastruktur, regulasi dan kepastian hukum. “Kalau itu tidak improve maka potential outlook Indonesia bisa hanya sekitar 5 – 5,5 persen,” katanya.

Bank Danamon juga memprediksi inflasi indeks harga konsumen tahun ini mencapai 3,64 persen. Yang sedikit meningkat dibandingkan pada tahun 2017 pada level 3,61 persen. Sementara nilai tukar rupiah juga diproyeksikan berada pada level Rp 13.575 per dollar AS yang sedikit melemah pada tahun 2017 yang di level Rp 13.548 per dollar AS.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)