Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga di Angka 6%

Bank Indonesia mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19-20 Juli 2018, hasilnya BI memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 6%. Selain itu, suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility juga tetap dipertahankan di angka 5,25% dan 6,75%.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan kebijakan tingkat suku bunga tersebut masih konsisten dalam upaya menekan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman.“Hal ini untuk menjaga daya tarik di pasar keuangan domestik. Keputusan ini merupakan bentuk sikap pre-emptive dan ahead the curve dalam merumuskan suku bunga,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan kebijakan untuk mempertahankan suku bunga acuan sudah mempertimbangkan kebijakan The Federal Reserve. Sebelumnya, pada 19 Desember 2018 lalu, Bank Sentral Amerika telah menaikan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin atau menjadi 2,25%-2,5% maupun dalam beberapa bulan kedepan. Lebih jauh, dia mengatakan Bank Indonesia akan terus berkordinasi dengan pemerintah dan otoritas untuk memperkuat ketahanan di sektor eksternal untuk menurunkan defisit transaksi berjalan pada kisaran 2,5% dari PDB di tahun depan.

Sementara itu, BI mencatat pada triwulan III 2018 angka defisit transaksi berjalan adalah sebesar US$8,8 miliar atau 3,37% dari PDB. Angka ini lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yakni sebesar US$8,0 miliar atau 3,02% dari PDB. Peningkatan defisit transaksi berjalan dipengaruhi oleh penurunan kinerja neraca perdagangan barang dan meningkatnya defisit neraca jasa.

Kepercayaan global terhadap Indonesia juga diyakini meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan derasnya aliran modal yang masuk dan nilai tukar yang stabil. BI mencatat sepanjang Januari-November 2018, aliran dana yang masuk sebesar US$7,9 miliar baik dalam surat utang obligasi korporasi dan saham. Perry juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan akan tetap terjaga dengan baik, yakni berada pada kisaran 5,0%-5,4%. Hal tersebut ditopang oleh terjaganya permintaan domestik dan membaiknya ekspor neto.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)