Bank Mantap Luncurkan Digital E-Otentikasi dan SBS untuk Pensiunan PNS dan TNI/POLRI

Peluncuran E-Otentikasi dan layanan Smart Branch System (SBS) Bank Mantap untuk pensiunan PNS dan TNI/POLRI

Bank Mandiri Taspen (Mantap) secara resmi meluncurkan fitur baru, layanan teller dan customer service, yaitu E-Otentikasi dan layanan Smart Branch System (SBS) pada event tahunan Bank Mantap, Festival Mantap Indonesia (FMI) di Lapangan Bajra Sandhi Renon Denpasar, Minggu (24/2).

Kedua layanan yang dirancang khusus untuk melayani nasabah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri, menurut Direktur Utama Bank Mantap,  Josephus K. Triprakoso, merupakan bentuk adaptasi perseroan terhadap tren dan kebutuhan layanan modern. "Bank Mantap terus memacu tranformasi digitalisasi layanan untuk mempermudah dan mempercepat akses nasabah menuju leading pension business Bank," ia menuturkan.

Josephus menambahkan, dengan layanan E-Otentikasi,  para nasabah pensiunan PNS dan TNI/Polri  tidak perlu datang ke cabang untuk proses otentikasi dengan mekanisme awal, yaitu enrollment di setiap cabang Bank Mantap. "Layanan E-Otentikasi  dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja pensiunan berada, layanan ini dapat diakses dengan menggunakan gadget IOS maupun android,” tutur Josephus.

Direktur IT & Operations Bank Mantap, Iwan Soeroto, menambahan, dalam meningkatkan layanan kepada nasabah, Bank Mantap secara resmi meluncurkan SBS dalam memudahkan transaksi di kantor cabang Bank Mantap. Semula layanan di cabang yang dimulai dengan mengisi slip transfer, tarik tunai dan transaksi lainnya menggunakan kertas saat ini digantikan layanan digital SBS dengan hanya menggesek kartu ATM.

“Dengan adanya layanan SBS ini para nasabah hanya memencet tombol di screen PC tidak perlu repot mengisi slip transaksi yang berisiko salah dalam penulisan dan dapat mempercepat layanan transaksi serta efisien di kantor cabang sehingga tidak perlu antre lama. Layanan digital ini ramah lingkungan dikarenakan paper less dan merupakan bagian bentuk dari kepedulian terhadap isu lingkungan,” ungkap Iwan.

Bank Mantap yang merupakan bentuk sinergi dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen ( Persero) sampai dengan akhir Desember 2018 memiliki total asset Rp 20,94 triliun atau tumbuh 53 persen, dana pihak ketiga Rp 15,16 triliun atau tumbuh 56,8 persen. Kredit yang disalurkan sebesar Rp 15,52 triliun atau tumbuh 47,8 persen, khusus untuk penyaluran kredit pensiun sebesar Rp 14,01 trilium, meningkat 64,7 persen. Sedangkan dana bersih yang dihasilkan Rp 333,47 miliar atau naik 108,4 persen.

Saat ini Bank Mantap memiliki 274 jaringan kantor yang tersebar di 34 propinsi, dan terhitung 11 Maret 2019, Kantor Pusat Bank Mantap yang sebelumnya di Bali  akan dioperasikan dari Graha Mantap Cikini Jakarta.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)