Batik Air Buka Rute Jakarta - Berau

Batik Air membuka rute baru domestik yang menghubungkan Jakarta dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, ke Tanjung Redeb, Ibukota Kabupaten melalui Bandar Udara Kalimarau, Berau di Kalimantan Timur.

Pendaratan pesawat pertama sekaligus menandai layanan operasional Batik Air di Berau teah dilakukan, menggunakan Airbus 320-200CEO registrasi PK-LUF. Pesawat ini berkapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi yang dilengkapi hiburan di pesawat – inflight entertainment (audio video on demand) di setiap kursi, jarak antarkursi (seat pitch) lega dan inflight meals.

Batik Air bernomor ID-6430 berangkat dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) pukul 05.00 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) dan mendarat di Bandar Udara Kalimarau (BEJ) pada 08.30 waktu setempat (Waktu Indonesia Tengah, GMT+ 08).

Capt. Achmad Luthfie, Chief Executive Officer Batik Air, mengatakan, layanan penerbangan dilakukan secara berjadwal satu kali setiap hari. Untuk layanan dari Berau, Batik Air memiliki waktu keberangkatan terbaik pukul 09.10 WITA, nomor penerbangan ID-6431. Pesawat tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada 10.40 WIB.

“Dengan demikian menempatkan Batik Air sebagai maskapai pertama dan satu-satunya saat ini yang menghubungkan tanpa henti atau transit (non-stop) Jakarta ke Berau pergi pulang (PP), "ujarnya.

Luthfie mengatakan, Batik Air optimistis rute ini dapat memberikan nilai lebih kepada seluruh tamu seperti pebisnis dan wisatawan dalam bepergian lebih efektif, memiliki alternatif baru layanan penerbangan serta kesempatan untuk melanjutkan perjalanan ke kota lain semakin banyak.

“Pembukaan rute ke Berau menjadi bagian keseriusan Batik Air dalam mengakomodir kebutuhan layanan penerbangan, pengembangan bisnis perusahaan serta mendukung program pemerintah dalam menggeliatkan pariwisata dan pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia,” ungkapnya.

Berau menjadi kota ketiga Batik Air di Kalimantan Timur setelah Balikpapan – Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dan Samarinda – Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, serta kota keenam di Pulau Kalimantan setelah Balikpapan, Samarinda, Palangkaraya – Bandar Udara Tjilik Riwut, Banjarmasin – Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor dan Tarakan – Bandar Udara Internasional Juwata .

Batik Air mencatatkan rata-rata OTP 92.63% dengan kekuatan armada yang dioperasikan terdiri dari 44 Airbus 320-200CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), satu Airbus 320-200NEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), enam Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi), delapan Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi).

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
Batik Air

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)