BBTF 2019 Targetkan Transaksi Rp 9,23 Triliun

Ki-ka: Ketua Komite BBTF 2019 I Ketut Ardana ;  Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati  ; Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata, I Gde Pitana

Bali & Beyond Travel Fair (BBTF), pameran pariwisata terbesar di Indonesia betaraf internasional yang diselenggarakan Bali Chapter of the Indonesian Association if Tours and Travel Agencies (Asita Bali) yang ke-6 akan kembali di gelar 25 - 29 Juni 2019 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Sebagai respon atas kepedulian pada lingkungan, BBTF 2019 mengangkat tema "Journey to Sustainable Tourism", yang mencerminkan keterlibatan industri pariwisata Indonesia untuk melestarikan dan melindungi budaya dan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.

Ketua Komite BBTF 2019 yang juga merupakan Ketua Asita Bali, I Ketut Ardana menyatakan, tercatat 289 buyers dan 213 seller dari 57 negara yang sudah mendaftar. Buyers tahun ini paling banyak berasal dari Eropa, terutama Inggris, Perancis, Belanda, Italia, Jerman dan Eropa Timur seperti Bulgaria, Estonia, Polandia dan Rusia.

"Bila tahun lalu dengan 41 negara dan 320 buyer mencatat transaksi Rp 7,71 triliun, tahun ini potensi transaksi ditargetkan Rp 9,23 triliun, naik 16,5 persen," ujar Ardana.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata, I Gde Pitana, mengatakan, Kementerian Pariwisata RI sangat mendukung pelaksanaan BBTF ini secara berkelanjutan. Bentuk dukungan yang akan diberikan oleh pihak kementerian adalah mendatangkan 112 buyers dari 13 negara.

BBTF, menurut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, merupakan market place bagi para pelaku usaha wisata Indonesia dan luar negeri dan memiliki potensi besar untuk mempromosikan pariwisata Bali. BBTF 2019 yang mengangkat tema “Perjalanan Menuju Pariwisata Berkelanjutan” diharapkan dapat memberikan fokus yang berbeda, dimana tidak hanya mengangkat destinasi wisata Bali namun juga membahas peluang, tren, wawasan industri sekaligus menyoroti keragaman budaya Indonedia dari ujung barat ke ujung timur indonesia.

Tahun ini Kemenpar juga mengerahkan agen dan operator dari Indonesia Timur seperti dari Sulawesi untuk ikut berjualan di BBTF. Hal tersebut dilakukan agar BBTF dapat dijadikan sebagai market place di Indonesia. “Kemenpar mendukung Bali yang menjadi poin center pelaksanaan BBTF ke depan tidak hanya menjadi gate dan end destination tapi juga menjadi (hub) penghubung antar pariwisata di Indonesia, sehingga sebaran promosi pariwisata di Indonesia dapat merata,” ujar Pitana.

Tags:

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)