Bebas Pornografi, Aplikasi Nonolive Targetkan 10 Juta Pengunduh

step0001Industri live streaming (siaran langsung) di perangkat mobile semakin menunjukkan angka yang signifikan sejalan dengan pertumbuhan pengguna smartphone dan peningkatan kapasitas smartphone di Indonesia.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Lembaga Riset Digital Marketing Emarketer, diperkirakan pengguna smartphone di Indonesia akan mencapai 100 juta orang dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Hal ini sejalan dengan rencana pengembangan dari provider lokal untuk memperluas jangkauan 4G di Indonesia hingga mencapai 20 juta pengguna 4G di tahun 2016.

Merespons peluang pasar itu, Tang Internet Limited pada bulan Mei lalu meluncurkan aplikasi live streaming Nonolive yang kini sudah menggaet 3 juta pengguna. Dari jumlah tersebut, 1,5 juta merupakan pengguna aktif. Nonolive memungkinkan penggunanya untuk melakukan siaran kapanpun dan dimanapun dan berinterksi secara langsung dengan siapapun.

Saat ini live streaming masih mendapat stigma negatif terkait pornografi dan hal-hal lain yang mengandung pesan negatif. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Nonolive mempunyai sistem yang sangat ketat. Pengguna akan diberi peringatan di awal pada saat akan memulai menggunakan aplikasi ini dan Nonolive juga mempunyai sistem pengawasan 24 jam dengan pemblokiran akun secara otomatis dan pengaburan kata apabila mengandung isi negatif. Pengguna pun bisa memblokir penonton tertentu jika merasa terganggu.

“Kami memblokir pengguna yang merokok, merokok elektrik, minum minuman berakohol, mempelihatkan bagian tubuh berlebih, berjoget terlalu erotis, dan lain-lain. Persoalan keamaan menjadi poin penting bagi kami sehingga kami memiliki tim pengawas yang bekerja 24 jam non-stop untuk hal ini, ujar,” Andryan Gouw, Indonesian General Manager, Tang Internet Limited.

Apa yang membedakan Nanolive dengan aplikasi sejenis lainnya?

Selain memiliki sistem pengawasan untuk konten negatif dan pornografi, Nonolive menghadirkan konten yang segar. Setiap pengguna yang melakukan siaran, maka akan langsung terhapus ketika pengguna memencet tombol stop sehingga siaran tidak bisa diputar ulang.

Kemudian, Nonolive memberikan peluang untuk menciptakan bisnis baru. Pengguna bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan endorser dan juga mendapat tambahan pendapatan dari virtual gift yang didapat dari penonton. Virtual gift ini bisa ditukar dengan uang tunai. Sebagai contoh, Citra Monica, salah satu pengguna Nonolive, bisa mendapat pendapatan Rp 10 juta dalam 1 bulan berkat virtual gift yang diberikan oleh penggemarnya.

Para brand-brand bisa memanfaatkan pengguna Nonolive untuk membangun loyalitas brand. Ketika penonton menanyakan langsung mengenai produk, promosi bisa dilakukan secara real time. Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan penontonnya melalui obrolan yang muncul ketika siaran sedang berlangsung. “Di Cina, live streaming menjadi sarana untuk berbelanja yang baru karena konsumen bisa melihat langsung secara produk-produk dan bisa menanyakan mengenai spesifikasi produk secara real time,” tambah Andryan.

Saat ini, Nonolive hanya diluncurkan di pasar aplikasi Indonesia dan dapat diunduh melalui Play Store dan App Store. Dalam satu tahun ke depan, Nonolive menargetkan 10 juta pengguna. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)