Begini Potret Generasi Milenial Akar Rumput Menurut Hasil Riset Yogrt

Aplikasi Yogrt sebuah aplikasi media sosial berbasis lokasi melakukan riset pada generasi milenial akar rumput. Survei dengan mengambil sampel 5.000 responden ini dilakukan sepanjang Februari-September 2017. Generasi milenial akar rumput juga merupakan potensi pasar yang besar. Bagaimana mengelola mereka, berikut hasil surveinya.

Generasi milenial (usia 15-34 tahun) pada 10 tahun yang akan datang bisa dipastikan merupakan generasi yang memegang kendali bisnis dan negara ini. Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan, populasi berusia 15-34 tahun di Indonesia mencapai lebih dari 85 juta jiwa atau lebih dari 32,6% dari total 261,9 juta penduduk. Menariknya, menurut riset Boston Consulting Group (BCG) pada 2012, masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan mendominasi, jumlahnya melebihi 128 juta jiwa. Mereka ini merupakan kalangan akar rumput bangsa ini. Maka itu potensi pasar generasi milenial akar rumput lumayan besar.

“Studi Yogrt 2017: Milenial Akar Rumput Indonesia” yang risetnya dikomandani Roby Muhamad Ph.D, sosiolog bidang jejaring sosial, dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, sekaligus co-founder Yogrt ini menggunakan dua metode. Pertama survei demografi online, untuk mengetahui minat - dilaksanakan pada September 2017. Kedua, Portrait Values Questionnaire dengan formulasi yang dirancang oleh Shalom H. Schwartz, seorang psikolog dunia, untuk membedah karakter psikografis kemudian diaplikasikan dalam bentuk kuis di aplikasi Yogrt. Kuisioner ini menggunakan 10 nilai dasar yang mempengaruhi motivasi individu yaitu : kekeluargaan atau kebersamaan, kesejahteraan, kemandirian, stabilitas, tradisi, keseragaman, hedonisme, stimulasi, pencapaian dan prestasi diri dan kekuasaan.

“Hasilnya, generasi milenial akar rumput di Indonesia sangat menghargai kebersamaan atau kekeluargaan. Berbeda dengan catatan generasi milenial di Amerika yang lebih mengutamakan pencapaian dan prestasi diri serta kekuasaan,” ujar Roby. Generasi milenial kita juga memiliki ketertarikan tinggi pada ide-ide atau pemikiran baru, tapi yang tidak berisiko tinggi. Maka tidak heran bahwa hanya 9 persen generasi milenial akar rumput Indonesia yang memiliki ketertarikan terhadap isu politik.

Terkait minat, senada dengan perhatian yang rendah terhadap ihwal politik, studi Yogrt mengemukakan hanya 7 persen milenial akar rumput Indonesia yang tertarik topik literatur atau buku. “Musik dan film menjadi hiburan utama generasi milenial akar rumput. Musik tertinggi mencapai 46 persen dan 30 persen memilih film,” terang Roby.  Yang menarik, subjek agama ternyata cukup mendapat animo milenial akar rumput Indonesia sebesar 28 persen. Hanya saja, minat terhadap agama lebih pada faktor bersosialisasi bukan dorongan ideologis.

Di dunia digital, milenial akar rumput Indonesia sangat suka berinteraksi sosial. Aktifitas chatting paling tinggi mendominasi kehidupan mereka hingga 67 persen, diikuti dengan browsing 47 persen, hiburan 41 persen dan 30 persen digunakan untuk menonton film.  “Kegiatan berbelanja dan mobile banking masih rendah, masing-masing hanya 15 persen dan 8 persen,” imbuhnya.

Roby menambahkan, bagi pemilik merek penting memperhatikan minat generasi milenial akar rumput ini. Kesenangan mereka berkumpul dengan kelompoknya, lebih percaya pada teman dan sosial media daripada keluarganya harus juga menjadi perhatian. “Walau mereka berada di akar rumput, bukan soal harga murah ternyata yang menjadi perhatian, justru identitas. Pemilik merek harus pintar mengedepankan identitas yang ingin ditonjolkan dari merek mereka,” jelasnya. Hasil survei ini menunjukkan 79 persen sumber informasi generasi milenial akar rumput diambil dari media sosial, TV 56 persen, teman mereka 29 psern, situs berita 34 persen dan keluarga 21 persen.

“Teknologi yang diterapkan di dalam aplikasi Yogrt sejalan dengan nilai dasar utama milenial akar rumput Indonesia, yakni kebersamaan. Yogrt memungkinkan adanya kemudahan dalam menemukan teman baru dan membangun komunitas; lebih mengedepankan kesetaraan di antara penggunanya (egaliter), bukan berlandas popularitas sehingga menghindarkan elitisme,” kata Roby.

Tingginya minat berupa aktif di media sosial dan chatting mempertegas pergeseran personalitas ekonomi digital yang tak lagi terbatas pada transaksi tradisional seperti pembelian barang. Ekonomi digital justru dinilai sarat aktivitas berbasis pengalaman dan interaksi sosial yang kini juga telah memiliki nilai moneter. Yogrt sendiri telah menghadirkan fitur pendukungnya, antara lain Grup, Live Content ataupun Game. Unduhan aplikasi Yogrt yang telah mencapai sekitar 7 juta pengguna, juga adanya lebih dari 40 ribu komunitas bentukan, memberi bukti bahwa milenial akar rumput Indonesia memiliki ketertarikan tinggi terhadap kegiatan ekonomi digital berbasis pengalaman dan interaksi sosial.

Tak berhenti pada inovasi aplikasi, demi melecut ekonomi digital milenial akar rumput Indonesia, saat ini Yogrt tengah membangun sebuah sistem ekosistem yang akan mencakup layanan e-commerce dan e-payment untuk kepraktisan berbelanja dan bertransaksi daring. “Melalui ekosistem ini, Yogrt meyakini bisa meraih pasar lebih luas, terutama milenial akar rumput Indonesia yang belum banyak terjangkau.  Hasil ‘Studi Yogrt 2017’ semakin menguatkan kami bahwa Yogrt berada di arah bisnis yang terencana. Kami optimis, target 20 juta pengguna pada 2019 akan tercapai,” ungkap Jason.

Aplikasi yang lahir pada 2014 ini berkomitmen untuk terus mengangkat tradisi lokal – salah satu caranya dengan menyanding momen-momen besar ala Indonesia. Beberapa kegiatan tersebut, baik di dalam aplikasi ataupun tatap muka, antara lain; Yogrt Pesta’in Sekampung – halal bi halal Lebaran, #YogrtIdulAdha, Live Streaming 17-an Lima Kota, dan yang baru saja digelar akhir Oktober lalu, Yogrt Layar Tancep Night untuk merayakan ultah ketiga Yogrt. Yogrt juga turut mendorong penggunanya menggunakan hak pilih saat Pilkada dan Pemilu.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)