Bekraf - In-Docs Gelar Festival Film Dokumentar Asia Tenggara

Pentingnya film dokumenter sebagai medium bertutur kritis dalam edukasi publik dan budaya sangat disadari oleh Bekraf.

Potensi film dokumenter mampu menggerakkan ekonomi kreatif karena juga merupakan bagian dari industri yang menghasilkan bagi orang-orang yang terlibat dalam produksinya. Mendukung ekonomi kreatif menjadi agenda misi pemerintahan saat ini terutama dalam riset, edukasi sumber daya, dan akses pendanaan dan kerja sama antar lembaga.

Tahun ini, Bekraf bersama In-Docs, menggelar Docs By the Sea, sebuah forum internasional yang menghubungkan film-film dokumenter Indonesia dengan industri internasional. Dukungan Bekraf lewat gelaran ini berfungsi untuk sineas dokumenter Indonesia jauh lebih baik lagi dengan bimbingan dari mentor internasional yang berpengalaman dalam pendanaan, dan distribusi.

Docs By the Sea akan diselenggarakan tanggal 29 – 30 Agustus 2017 bertempat di Bali. Dimeriahkan oleh film-film dokumenter dan talenta asal Asia Tenggara, Docs By the Sea akan menjadi forum dokumenter internasional yang pertama dan satu-satunya berfokus pada pendanaan dan distribusi film dokumenter Asia Tenggara. Menurut Wakil Ketua Bekraf Indonesia, Ricky Pesik, baru saat ini pemerintah, Bekraf bersama Deputy Akses Permodalan, terlibat besar dalam film dokumenter Indonesia. “Docs By the Sea menjadi bentuk pendanaan yang suistanable untuk pengembangan film dokumenter. Bekraf sendiri bertugas melakukan akselerasi, memfasilitasi, dan mendukung sektor ekonomi kreatif termasuk film untuk menciptakan nilai tambahnya,” tambahnya.

Besar harapan Bekraf atas terselenggaranya Docs By the Sea untuk menjadi milestone perhatian pemerintah terhadapa perkembangan film dokumenter Indonesia. Ini juga menjadi kesempatan baru bagi para pembuat film dokumenter Asia Tenggara utuk bertemu pemeran kunci di industri perfilman internasional. “Lewat Docs By the Sea semoga akan lahir dokumenteri yang lebih baik dari Indonesia dan bisa menjadi basis awal yang kuat untuk film jenis ini,” ungkapnya.

Pitching forum yang akan mempertemuakan potensi filmaker dokumenter Asia Tenggara akan digelar di Docs By the Sea. Mereka akan bertemu dengan lembaga-lemabaga pendanaan internasional, jaringan televisi internasional, platform digital, dan festival film Indonesia. “Total ada 30 sineas dari 13 negara yang akan mempresentasikan proyeknya. Pendanaan, mentorship, distribusi, dan memperluas networking mereka,” ujar Direktur Program In-Docs, Amelia Hapsari. Menurutnya, acara yang diinisiasi oleh Bekraf ini menjadi pintu pasar internasional agar film dokumenter Indonesia punya tempat dalam menggembangkan infrastrukturnya. “Ini terobosan yang sangat amat baik dari pemerintah untuk memberi kesempatan film dokumenter Asia Tenggara lebih punya suara dan tempat di industri internasional,” tambahnya.

Kerja sama Bekraf dan In-Docs dalam Docs By the Sea menjadi satu komitmen pemerintah yang patut diapresiasi terkait pengembangan industri kreatif. Gelaran ini juga di dukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Goethe Institute untuk mensponsori kedatangan para decision maker dalam industri film dokumenter.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)