Bekraf Dukung YBI Tingkatkan Apresiasi Batik Indonesia

Dibutuhkan dukungan banyak pihat untuk meningkatkan apresiasi pada batik sebagai warisan budaya Indonesia

Badan Ekonomi Kreatif dan Yayasan Batik Indonesia (YBI) mendukung pelestarian budaya batik. Kepala Bekraf, Triawan Munaf, memandang membatik itu sebuah metode yang tidak bisa memosisikan batik sebagai barang murahan. “Harus ada apresiasi pada batik, tapi di sisi lain kita berupaya agar harganya terjangkau,” katanya di Palalada Alun Alun Indonesia Jakarta (17/09/2019).

Dalam acara konferensi pers dalam rangka sosialisasi serangkaian kegiatan Hari Batik Nasional 2019 dengab tema "Membatik untuk Negeri", Triwan juga mengatakan Bekraf terus berupaya agar batik meningkat apresiasinya sebagai karya bangsa.

“Kita diserbu oleh produk luar negeri dengan tekstil bermotif batik. Komunitas sudah tahu permasalahan ini. Maka lakukan proteksi bahwa batik adalah batik tulis dan batik cetak, kalau printing itu bukan batik,” tegasnya.

Maraknya kain impor motif batik menurutnya jadi tantangan industri batik, yang sebenarnya ini bukanlah batik, karena tidak didapatkan melalui proses pembuatan dengan canting (batik tulis) atau cap yang tentu saja memukul para perajin batik.

Melihat kondisi ini, untuk memperingati Hari Ulang Tahun YBI yang ke-25 serta ditetapkannya Batik Indonesia sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO, YBI merayakan Hari Batik Nasional 2019 dengan tujuan melestarikan dan meningkatkan nilai tambah batik Indonesia yang merupakan potensi kekayaan nasional.

Hari Batik Nasional 2019 tahun ini diadakan kegiatan "Membatik untuk Negeri" yang juga menjadi tema peringatan tahun ini. Selain itu akan diadakan peluncuran buku Batik Indonesia, E-book Batik Indonesia, dan juga website Yayasan Batik Indonesia sehingga pengetahuan dan sisi edukatif mengenai batik dapat lebih diterima oleh masyarakat umum.

Kegiatan ini dilakukan bersama 500 pembatik dan akan dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Ibu Negara - bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap Batik tradisional Indonesia sehingga pasar batik yang sudah sedikit menurun dapat bangkit kembali.

“Kehadiran Presiden Republik Indonesia didampingi Ibu Negara adalah sebagai simbol dukungan dan kecintaan pemerintah dan masyarakat terhadap batik Indonesia. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat pengrajin batik untuk terus berkreasi dan berkembang untuk kemajuan Batik Indonesia,” tambah Diana Santosa, Ketua Panitia Hari Batik Nasional 2019

Diana mengatakan,tahun ini didukung oleh pendukung Kementerian Perindustrian RI, Bekraf, Kementerian Luar Negeri RI, Djarum Foundation, dan lainnya.

Tak hanya itu, Kementerian Perindustrian RI Bersama dengan YBI akan menggelar serangkaian acara antara lain Pameran “Pasar Batik Rakyat”, yang menghadirkan koleksi batik tulis dan cap dari berbagai provinsi dengan harga yang terjangkau. Acara ini akan didakan di Plaza Kementerian Perindustrian, Jakarta pada 24-27 September 2019.

Pembukaan pameran ini akan diikuti dengan peluncuran website yayasanbatikindonesia.com dan diisi dengan peragaan busana designer Yayasan Batik Indonesia oleh para istri-istri duta besar dari negara sahabat.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)