BEKRAF Pilih 5 Kabupaten & Kota untuk IKKON 2018

Kekayaan Indonesia yang memiliki 1.331 suku bangsa dengan keunikan masing-masing, memberikan berbagai potensi budaya. Inilah yang membuat Indonesia amat kaya dengan budaya tak benda maupun produk budaya.

Era ekonomi kreatifpun menyambut keragaman ini dengan menginspirasi para kreator dari 16 sub-sektor. Melalui ekonomi kreatif, potensi lokal tersebut dapat dikembangkan bentuk dan fungsinya sesuai dengan kebutuhan kekinian, sehingga pada akhirnya dapat memberi nilai tambah yang meningkatkan nilai ekonominya.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menginisiasi sebuah program Inovatif dan Kreatif Melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON). Program ini memanfaatkan potensi budaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia. Tujuan acara tersebut agar potensi budaya dapat mengalami inovasi, berdampak ekonomi, dan berorientasi pada pasar komersil.

Menurut Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik, potensi yang dimiliki Indonesia melalui produk kerajinan yang sifatnya tradisional, tidak dapat memenuhi kebutuhan gaya hidup modern, belum berkembang,  tidak mengalami diversifikasi produk. “Oleh karena itu, IKKON digagas untuk mengedepankan konsep kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif profesional, perajin lokal, dan segenap stakeholders lokal,” tambahnya.

Melalui upaya ini diharapkan dapat menciptakan kesejahteraan bagi para pengrajin dan pelaku kreatif, serta memberi dampak pada peningkatan ekonomi daerah. Program ini telah dijalankan pada tahun 2016 dan 2017 dengan menyentuh 51 desa binaan dari 10 kabupatenkKota di Indonesia. Tahun 2018, Bekraf kembali memilih lima kabupaten/kota yang akan mengikuti pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal.

Adapun lima kabupaten/kota tersebut adalah Kabupaten Siak, Riau; Kabupaten Belitung, Bangka Belitung; Kota Singkawang, Kalimantan Barat; Kabupaten Dompu, NTB; dan Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kelimanya telah melalui proses dengan persyaratan: masuk dalam wilayah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal), termasuk dalam 10 destinasi pariwisata prioritas nasional, daerah yang mengirimkan banyak TKI dengan cara ilegal, memiliki MoU dengan Bekraf, dan sudah mengisi survei PM3KI dari Bekraf.

Menurut Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Bekraf, Abdur Rohim Boy Berawi, pengembangan potensi ekonomi kreatif tidak hanya berbasis urban, digital, dan akademis tetapi juga komunitas. “Peserta program IKKON dan masyarakat lokal dapat saling berbagi, berinteraksi, bereksplorasi dan berkolaborasi. Bagi daerah terpilih kami telah merancang program pengembangan yang terdiri dari empat bagian penting yaitu mapping, design process, prototyping, dan pameran inspirasi lokal,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, Bekraf juga akan memfasilitasi pengembangan dalam bidang pemasaran dan promosinya. Dalam pelaksanaan program IKKON 2018, Bekraf dan tim profesional akan dikirim ke berbagai titik desa binaan dari lima kabupaten/kota terpilih. Konsep live in designer diterapkan sebagai bentuk interaksi dengan masyarakat lokal untuk menggali potensi kreatif daerah untuk menghasilkan inovasi baru produk kreatif daerah tersebut.

Ekonomi kreatif merupakan sektor unggulan yang berpotensi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi skala nasional maupun daerah. Kedepannya melalui program IKKON dapat memperluas jangkauan di berbagai bidang dan sub sektor kreatif. IKKON juga diharapkan dapat mengakselerasi arahan dan harapan Presiden untuk ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!