Belajar dari KOTRA Bagaimana Membangun Pasar Korsel

Produk-produk Korea makin agresif menggaet pasar Indonesia. Salah satu upayanya dengan menggelar pameran Korea Brand & Entertainment Expo (KBEE) Jakarta 2017.

Kim Byung Sam Direktur Jenderal Korea Trade Investment Promotion Agency (KOTRA)

KBEE Jakarta 2017 akan diselenggarakan pada 4-5 Setember berlokasi di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel dan Gandaria City Hall. Bagi penggemar segala hal tentang Korea, bisa ditemukan di sini. Termasuk bertemu dengan Song Ji Hyo, bintang hallyu yang dikenal di Indonesia dalam program Running Man yang juga anggota grup Super Junior.

Untuk penggemar produk-produk Korea, ada sekitar 100-an produk dan konten Korea bisa ditemui di acara ini. Juga ada beragam pertunjukan, fan sign meeting, CSR, dan kegiatan menarik lain. Pameran ini merupakan upaya Pemerintah Korea Selatan dalam terus meningkatkan awareness masyarakat negara lain tentang produk, budaya dan peluang perdagangan di Korea.

Meski pun sudah dianggap berhasil, melalui Korea Trade Investment Promotion Agency (KOTRA), kampanye itu terus dilakukan. Siapa yang tidak mengenal beragam produk dan budaya pop Korea saat ini. Kondisi perdagangan global melambat beberapa tahun terakhir tidak menyurutkan program KOTRA dalam kampanyenya.

Menurut Direktur Jenderal Korea Trade Investment Promotion Agency (KOTRA), Kim Byung Sam, sejarah hubungan perdagangan Korea Selatan dengan Indonesia mulai terjalin sejak Poros Jakarta-Seoul pada tahun 1960-an kala kepemimpinan Presiden Soekarno. Jalinan ini makin erat setelah ASEAN-Korea FTA ditandatangani pada tahun 2005. Sejak itu nilai transaksi perdagangan Indonesia dan Korea terus meningkat. Pada 2004 saja mencapai US$ 10 miliar, setelah kesepakatan ASEAN-Korea FTA nilainya melonjak menjadi US$ 30 miliar. Tercatat nilai perdagangan Indonesia dan Korea Selatan hanya US$ 14,89 miliar pada 2016.

Konsistensi kampanye KOTRA membuahkan hasil. Memasuki semester I/2017, impor produk Korea Selatan ke Indonesia menyentuh nilai US$ 3,9 miliar lebih atau naik 18,2 persendari periode yang sama tahun lalu.  Nilai ekspor Indonesia ke Korea Selatan juga naik pada semester I/2017 ini sekitar 20,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu atau setara dengan US$ 4,8 miliar lebih.  Jadi neraca perdagangan Indonesia terhadap Korea Selatan surplus US$ 889.650.000 di kuartal II/ 2017. “Bagi Korea, Indonesia termasuk salah satu mitra dagang strategis dengan menempati posisi ke-15 dan posisi ke-11 untuk impor,” ujarnya.

Kim menambahkan, dilihat dari segi sejarah, Korea dan Indonesia memiliki banyak persamaan, di antaranya dalam mengatasi kesulitan seperti imperialisme, otoritarianisme, krisis valuta asing, dan lain-lain. “Kedewasaan demokrasi di kedua negara melebihi negara Asia Timur mana pun, dan ini yang menurut saya merupakan persamaan yang terbesar. Dengan dasar persamaan ini, memberi harapan manfaat mutualisme yang lebih besar dalam kerja sama antara Korea dan Indonesia,” kata Kim. Kesamaan ini bisa menjadikan hubungan Korea Selatan dan Indonesia terjalin lebih mesra di masa depan. Bahkan Kim memuji keberagaman yang terjaga baik di Indonesia dengan dasar Pancasila.

Ia memaparkan, di sektor investasi, Korea Selatan berada di posisi keenam negara yang menanamkan modal di Indonesia dengan nilai US$ 901 juta. Bahkan pada semester pertama 2017 bahkan nilai investasi langsung Korea Selatan di Indonesia naik 91,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Jika dibandingkan dengan semester pertama tahun 2015, nilainya melonjak 14,4 persen. Catatan ini mengukuhkan Korea Selatan menjadi penanam modal tertinggi dalam tiga tahun terakhir. “Kami mulai tertarik untuk investasi di sini terutama di sektor jasa, seperti kesehatan, pendidikan, dan lainnya,” ujarnya.

Pertumbuhan pengguna internet dan ponsel pintar di Indonesia yang melonjak tinggi juga berperan dalam meningkatkan minat masyarakat kedua negara ini untuk saling mengenal. Produk-produk Korea seperti kosmetik, makanan, elektronik mudah ditemui di berbagai toko online di ini. Di sisi lain, masyarakat Korea juga makin mengenal keindahan Indonesia. Salah satunya keindahan alam Lombok dan keramahan penduduk Indonesia yang disiarkan dalam acara reality show “Youn’s Kitchen” pada awal 2017 di TvN. “Tidak heran banyak orang Korea yang berlibur ke Lombok atau wilayah lain. Mengenal makanan dan minuman Indonesia juga seperti nasio goreng, sate atau bir bintang yang harus dicoba ketika berkunjung ke sini,” tambahnya.

Makin eratnya hubungan ini, tentu tidak disia-siakan Kementrian Perdagangan Indonesia dan Kementrian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea dengan membangun kerja sama win-win solution antar kedua negara dalam hal investasi dan perdagangan.

“Saya mewakili KOTRA, sebuah badan promosi investasi-perdagangan yang berada di bawah naungan Kementrian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea bertugas menjadi penghubung antara pengusaha Indonesia dan Korea Selatan demi kelancaran perdagangan kedua negara,” katanya. Pentingnya posisi Indonesia di mata Korea terlihat dari adanya dua perwakilan KOTRA di Indonesia yaitu Jakarta dan Surabaya. “Hanya di Indonesia dalam satu negara ada dua kantor KOTRA, ini menandakan pentingnya Indonesia bagi kami,” katanya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)